Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Perjalanan

Bersantai dan Berfoto di Bukit Senja, Murah dan Dekat dari Undip Semarang

Nama Bukit Senja belum terlalu populer, tapi setiap harinya destinasi yang dikelola warga setempat ini cukup ramai didatangi pengunjung.

1 Februari 2023 | 08.08 WIB

Pengunjung sedang melakukan sesi foto di Bukit Senja, Semarang, Selasa (31/1/2023), yang menjadi alternatif destinasi wisata di Semarang. (ANTARA/Helena Mutiara)
Perbesar
Pengunjung sedang melakukan sesi foto di Bukit Senja, Semarang, Selasa (31/1/2023), yang menjadi alternatif destinasi wisata di Semarang. (ANTARA/Helena Mutiara)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Kota Semarang punya sejumlah objek wisata populer seperti Lawang Sewu atau Kota Lama. Tapi kota ini juga punya destinasi wisata alternatif untuk sekadar bersantai, yaitu Bukit Senja.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

Namanya belum terlalu populer, tapi setiap harinya destinasi yang dikelola warga setempat ini cukup ramai didatangi pengunjung. Lokasinya dekat dengan Perumahan Bukit Diponegoro Semarang.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kusnan, warga Perumahan Bukit Diponegoro mengatakan Bukit Senja semula adalah tanah terbengkalai milik PT Bumi Mega Jaya, PT Waskita dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Warga bersama Karang Taruna kemudian berinisiatif mengelola lahan itu menjadi destinasi wisata.

"Lahan ini awalnya dipakai TNI, lalu kami sebagai warga perumahan merasakan efek positif dan negatifnya. Selanjutnya, kami sebagai warga perumahan merasa harus menata tempat yang termasuk wilayah perumahan kami," kata Kusnan, Selasa, 31 Januari 2023.

Lahan itu berupa bukit dengan hamparan hijau yang indah. Saat naik ke sana, pengunjung bisa melihat pemandangan senja atau matahari terbenam yang indah.

Itu juga yang mendasari warga memberi nama bukit itu dengan Bukit Senja. Pemandangannya indah dinikmati pada sore hingga senja hari.

Sejak dibuka 10 bulan lalu, kini semakin banyak orang datang ke tempat itu sehingga membantu warga sekitar meningkatkan perekonomian dengan berjualan. Kusnan bersama Karang Taruna mengelola parkir.

"Setelah dikelola lebih banyak positifnya bagi warga. Contohnya seperti lapak yang ada di sekitar lokasi, ini semua milik warga sekitar perumahan (Bukit Diponegoro) sehingga mereka bisa mendapat penghasilan dari tempat ini," kata Kusnan.

Selain itu, kaum ibu yang tergabung dalam kelompok Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bisa ikut menjual hasil produk usaha mereka. Warga setempat juga menyediakan tempat untuk bermain musik akustik.

Menurut Kusnan, Bukit Senja juga mulai dilirik oleh sejumlah event organizer lokal di Kota Semarang untuk mengadakan acara, seperti pergelaran musik dan pelatihan. Ada juga yang datang untuk foto pre-wedding.

Dalam sehari, Bukit Senja bisa dikunjungi sekitar 250 orang. Harga tiket yang dikenakan ke pengunjung hanya Rp 2.000.

"Kalau ramai bisa 500 orang. Semua dana untuk pembangunan lokasi ini murni dari hasil penjualan tiket. Jadi kami kelola dananya, ada pembukuannya tiap bulan," kata Kusnan.

Aliya dan Maisya, pengunjung di Bukit Senja mengaku tahu tempat tersebut dari kawannya yang sudah beberapa kali berkunjung. Mereka jadi tertarik berkunjung karena harga tiketnya murah dan dekat dengan kampusnya, Universitas Diponegoro Semarang. "Yang menarik kalau lihat sunset gitu di sore hari, apalagi kalau ramai-ramai sama teman. Lokasinya dekat dari kampus, lalu murah juga jadi saya senang untuk berkunjung kembali ke sini," kata Aliya.

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus