Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Seleb

Dicap Sombong Usai Menyesal Ikut Ajang Pencarian Bakat, Nadin Amizah Jawab Komentar Netizen

Nadin Amizah angkat bicara usai dicap sombong akibat pernyataannya yang menyesal mengikuti ajang pencarian bakat pada 2016.

3 April 2025 | 21.09 WIB

Nadin Amizah/Foto: Instagram/Nadin Amizah
Perbesar
Nadin Amizah/Foto: Instagram/Nadin Amizah

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Musisi, Nadin Amizah menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah pernyataannya mengenai ajang pencarian bakat yang pernah diikutinya hampir delapan tahun lalu menuai komentar negatif netizen. Potongan-potongan video pernyataan tersebut ramai diunggah ulang di media sosial seperti Instagram, TikTok, hingga X.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pilihan Editor: Musisi Angkat Bicara Usai Dilarang Pasang Visual Peringatan Darurat saat Manggung

Pernyataan Nadin Amizah di Instagram 

Sebelumnya, pernyataan tersebut diunggah Nadin di Instagram Story pribadinya @cakecaine beberapa waktu lalu. Penyanyi yang dikenal dengan gaya musik puitis ini mengaku menyesal pernah mengikuti kompetisi tersebut. “Menyesal, sepenuhnya menyesal," ungkap pelantun ‘Mendarah’ itu. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Ia menceritakan betapa beratnya mengikuti ajang tersebut—dari menyanyikan lagu-lagu yang tidak sesuai dengan preferensinya, hingga harus tampil dengan gaya yang jauh dari kepribadiannya. Nadin mengatakan, “Setiap minggu dikasih lagu baru yang bahkan gue nggak suka lagunya, didandanin se-dangdut mungkin, se-nggak nyambung mungkin sama lagunya. Itu rasanya kayak 'Ya Allah kalah aja please'." Namun, alih-alih tereliminasi lebih awal, Nadin justru melaju hingga babak final dan keluar sebagai juara ketiga.

Dicap Sombong, Nadin Angkat Bicara

Pernyataan blak-blakan Nadin memicu reaksi beragam dari netizen di media sosial. Sebagian menganggapnya sombong dan tidak bersyukur atas kesempatan yang telah membesarkan namanya. Ia lalu mempertanyakan mengapa menyesali sesuatu yang pernah terjadi bisa dianggap sebagai bentuk kesombongan. "Gue tuh masalahnya nggak ngerti kenapa gue dibilang sombong cuma karena gue bilang gue menyesal ikut ajang pencarian bakat," ujarnya.

Menurut Nadin, keputusan untuk mengikuti ajang pencarian bakat saat itu tidak sejalan dengan prinsip bermusiknya. Ia merasa tidak memiliki kebebasan artistik dan justru mengalami tekanan yang besar. "Aku mau menjadi musisi karena aku suka bernyanyi. Aku suka musik dan aku ingin punya kekuatan yang cukup untuk membuat sesuatu (berkarya)," kata dia. 

Pelajaran Berharga untuk Nadin

Bagi penyanyi 24 tahun itu, pengalaman di ajang pencarian juga menjadi momen penuh tekanan yang membuatnya sempat kehilangan gairah terhadap musik. "Aku merasa sangat stres pada saat itu. Suara aku hilang selama sebulan. Ajang pencarian bakat itu membuat aku merasa gue nggak mau menyanyi lagi, gue benci musik, aku benci menyanyi," ungkapnya.

Namun, meski penuh penyesalan, pengalaman itu juga memberinya wawasan tentang industri musik. Nadin bertemu dengan para musisi senior seperti Gamaliel dan Vidi Aldiano, yang saat itu menjadi juri. Ia juga belajar bagaimana televisi dan industri hiburan bekerja. Ajang tersebut, menurut Nadin, justru membentuk pemahamannya tentang jalur bermusik yang ingin ia tempuh. "Aku pengen jadi pencipta, aku tidak bisa menyanyikan lagu yang dipilihkan orang. Itu datengnya karena aku dari ajang pencarian bakat," tuturnya. 

Nadin: Menyesal Itu Hak Setiap Orang

Ia kemudian menegaskan bahwa penyesalan adalah bagian dari perjalanan hidup. "Walaupun aku bilang menyesal juga, ya mau gimana lagi, nggak bisa diulang kan," ujarnya. Sebagai contoh, Nadin menyebut bahwa ia juga pernah menyesal mewarnai rambutnya menjadi ungu atau menjalani hubungan asmara dengan beberapa orang. 

Namun, Nadin tidak ingin mengulang pengalaman mengikuti ajang pencarian bakat. "Hanya karena aku bersyukur aku pernah melewati sesuatu, bukan berarti aku mau ngelakuin hal itu lagi," kata dia melanjutkan. Kini, Nadin telah menemukan jalannya sendiri sebagai musisi independen dengan karya-karya yang digandrungi para penggemar yang terhanyut dalam lirik-lirik puitisnya. Bagi Nadin, kebebasan berkarya jauh lebih berharga dibanding sekadar popularitas.

INSTAGRAM

Adinda Jasmine

Bergabung dengan Tempo sejak 2023. Lulusan jurusan Hubungan Internasional President University ini juga aktif membangun NGO untuk mendorong pendidikan anak di Manokwari, Papua Barat

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus