Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Perjalanan

Dilema Pengelola Bandung Zoo, Pengunjung Melonjak Tapi Dilarang Makan Bersama

Jumlah pengunjung Kebun Binatang atau Bandung Zoo melonjak dibandingkan hari biasa maupun akhir pekan

4 April 2025 | 16.00 WIB

Wisatawan memberi pakan rusa totol di Bandung Zoo, Bandung, Jawa Barat, 27 Juli 2023. Kasus konflik lahan di lembaga konservasi satwa ini masih berproses di Mahkamah Agung. TEMPO/Prima mulia
Perbesar
Wisatawan memberi pakan rusa totol di Bandung Zoo, Bandung, Jawa Barat, 27 Juli 2023. Kasus konflik lahan di lembaga konservasi satwa ini masih berproses di Mahkamah Agung. TEMPO/Prima mulia

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Bandung - Jumlah pengunjung Kebun Binatang atau Bandung Zoo melonjak dibandingkan hari biasa maupun akhir pekan. Menurut Manajer Umum Bandung Zoo Peter, peningkatan signifikan mulai terjadi setelah hari pertama Idul Fitri. “Keramaian sejak hari kedua Lebaran mencapai sekitar sepuluh ribu orang,” katanya kepada Tempo, Jumat 4 April 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Namun seiring waktu jumlah pengunjung pada hari-hari berikutnya berkurang hingga Kamis sekitar tujuh ribu orang. Menurut Peter kemungkinan jumlah pengunjung akan kembali naik pada akhir pekan Sabtu dan Ahad ini dengan angka ekspektasi berkisar 7.000-8.000 orang. “Menjelang hari terakhir liburan semoga masih ada kenaikan,” ujarnya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Selama libur Lebaran pengelola menaikkan tarif menjadi Rp 65 ribu per orang. Biasanya menurut Peter, tarif masuk Bandung Zoo pada hari kerja Rp 50 ribu dan saat akhir pekan Rp 60 ribu. Tanpa banyak fasilitas atau program khusus, pengelola menambah satwa baru yaitu mirkat di area kandang satwa nokturnal.

Adapun kebijakan barunya menurut Peter yaitu para pengunjung Bandung Zoo dilarang untuk makan bersama alias botram dalam bahasa Sunda. Alasan pelarangan itu terkait kondisi masalah sampah di Kota Bandung yang menumpuk karena pembuangannya ke tempat pengelolaan akhir (TPA) sampah di Sarimukti telah dibatasi. “Aturan ini dilematis buat kami meskipun belum final,” kata dia.

Peter mengakui selama ini salah satu daya tarik pengunjung datang bersama keluarga hingga berombongan adalah untuk acara makan bersama selain berkeliling ke kandang satwa. Kebiasaan yang telah berlangsung lama itu bisa dibilang sudahmenjadi tradisi di Kebun Binatang Bandung. Pengunjung datang sambil membawa makanan dan minuman dari rumah lalu menggelar tikar untuk bersantap bareng.

Akibat dari larangan itu, petugas keamanan akan meminta bekal yang dibawa pengunjung untuk dititipkan atau dibawa kembali ke kendaaran. Pengunjung disarankan untuk makan dan minum di tempat berjualan pelaku usaha kecil dan menengah di dalam area Kebun Bintang Bandung. “Ada juga pengunjung yang jadi balik kanan (batal), kami akan evaluasi supaya aturannya lebih bijak,” ujarnya.

Sementara itu menurut Walikota Bandung M. Farhan yang menyambangi Bandung Zoo pada hari kedua Lebaran, lonjakan wisatawan juga berdampak pada peningkatan volume sampah. Adapun target pengosongan tempat pembuangan sementara (TPS) sampah sebanyak 70 persen belum tercapai. Realisasinya baru sekitar 59,63 persen.

"Saya ingin mengingatkan kepada para wisatawan, tolong bertanggung jawablah terhadap sampah Anda sendiri. Masukkan sampah ke dalam tempat sampah dan kalau bisa bawa pulang ke rumah masing-masing. Saat ini kami tidak punya cukup tenaga, waktu, dan kesempatan untuk mengurus sampah yang dibuang sembarangan," katanya lewat keterangan tertulis, Selasa 1 April 2025.

Anwar Siswadi (Kontributor)

Kontributor Tempo di Bandung

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus