Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Musim haji tahun ini menjadi yang paling berbeda dari tahun sebelumnya. Pelayanan kepada jemaah haji di Tanah Suci Mekah tak sesibuk biasanya. Pemandangan serupa terjadi di Bandara King Abdul Aziz di Jedah, Arab Saudi.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Sejak resmi dibuka pada tahun April 1981, Bandara King Abdul Aziz tak pernah sesunyi ini. Hiruk pikuk jemaah umrah dan jemaah haji, maupun pengunjung non-wisata religi tak pernah membuat denyut bandara ini berdetak melambat.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Yang terjadi sekarang sungguh di luar dugaan. Suasana tenang dan sepi menyelimuti terminal haji Bandara King Abdul Aziz di Jeddah. Tiada deru mesin pesawat yang melintas di udara sejak bandara ini bediri 40 tahun lalu.
Terminal Haji Bandara Internasional King Abdul Aziz seluas 510 ribu meter persegi. Pada musim haji, biasanya terminal ini melayani lebih dari 1.500 penerbangan terjadwal dengan lebih dari 1,8 juta pengunjung ke Mekah dan Madinah.
Mengutip laporan Saudi Gazette, ruang tunggu jemaah haji tersebar di area seluas 400 ribu meter persegi. Kawasan itu mengakomodasi lebih dari 3.800 peziarah yang datang dan 3.500 orang yang berangkat setiap jam. Di atas bangunan berventilasi alami ini terdapat 210 unit atap dengan bentuk semi-kerucut berbahan serat kaca. Di sana terdapat fasilitas untuk istirahat, makan, dan berbagai layanan pendukung.
Kompleks ini mencakup 18 ruang tunggu penumpang yang akan melakukan perjalanan, termasuk sepuluh garbarata (jembatan yang menghubungkan ruang tunggu penumpang ke pintu pesawat terbang) untuk pesawat super bodi jumbo, Airbus 380A. Terminal seluas 90 ribu meter persegi dan area plaza luar di bawah tenda seluas 140 ribu meter persegi. Setiap tahun tempat ini melayani sekitar satu juta jemaah haji dan sekitar 9 juta jemaah umrah.