Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Lenskap berlatar barisan bukit setengah lingkaran belakangan makin tenar di kalangan penggemar wisata alam. Orang-orang menyebutnya bukit Teletubbies.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Bukit Teletubbies banyak ditemui di Indonesia. Apalagi di wilayah pegunungan. Pamornya naik setelah 12.400-an foto dengan tagar #bukitteletubbies diunggah di media sosial berbagi gambar, Instagram, belum lama ini.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Pada musim hujan, panorama bukit Teletubbies bertambah cantik. Rerumputan hijau tumbuh subur. Penampakannya seperti karpet alam yang terbentang berlapis-lapis.
Berikut ini tiga bukit yang kian mempesona ketika musim hujan.
- Bukit Teletubbies Labuan Bajo
Lima belas menit berkendara dari Bandara Internasional Komodo, ada pemandangan jajaran bukit seperti yang tergambar di sinema Teletubbies. Nama bukit itu Bukit Sylvia. Lokasinya berada di kompleks salah satu resor milik swasta. Lokasinya tepat di pinggir jalan raya arah Pantai Waicicu.
Tiga bukit di antaranya bisa didaki dan tentu saja aman. Dari atas, tampak barisan bukit di seberang, membentang hampir 360 derajat. Rumput yang menutupi bukit ini berwarna hijau segar selagi musim hujan.
Kalau kemarau datang, rerumputan itu kering dan berubah warna menjadi cokelat. Di bawah barisan bukit, tersaji lanskap laut dengan gradasi warna biru muda, biru tua, dan tosca. Menjadi komposisi yang pas: laut bergradasi, bukit hijau, dan langit yang tampak kebiruan.
Tak perlu mengeluarkan duit untuk mendaki bukit ini. Sebab, tidak ada biaya retribusi. Adapun buat menuju ke sana, pengunjung kudu naik ojek dengan biaya Rp 10 ribu dari bandara. Bisa juga naik taksi dengan kisaran tarif Rp 50-60 ribu.
2. Bukit Teletubbies Blitar
Belakangan, Blitar juga memperkenalkan tempat wisata berlatar perbukitan. Lokasinya di lereng Gunung Kelud. Tepatnya di Dusun Kampunganyar, Desa Sumbersari, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.
Berbeda dengan Labuan Bajo yang masih alami, bukit Teletabbies di sini sudah dipoles menjadi tempat wisata berkonsep digital. Terdapat properti foto di sekitarnya. Misalnya balon udara buatan. Bahkan, ada pula badut-badut berkostum Teletubbies sungguhan.
Perbukitan ini ditumbuhi tanaman teh. Kalau musim hujan, dedaunannya terlihat hijau bersemi. Pengunjung bisa berkeliling di bukit itu naik ATV. Untuk masuk ke kawasan wisata ini, per orang dikenai biaya Rp 5.000.
Sedangkan untuk menuju lokasi, dari Stasiun Blitar, pengunjung harus menempuh jarak 22 kilometer. Lantaran belum tersedia angkutan umum, wisatawan hanya punya pilihan naik ojek atau sewa kendaraan pribadi.
3. Bukit Teletubbies BromoBukit Teletubbies di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tampak mulai kehijauan saat pagi hari. Tempo/Francisca Christy Rosana
Tak cuma savana, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, ternyata juga punya bukit Teletubbies. Letaknya bersebelahan dengan area pasir berbisik. Bukit yang ditumbuhi rerumputan dan ilalang itu bersemi kalau musim hujan. Debu-debu pasir yang kadang-kadang menyembunyikan warna hijau rerumputan terguyur air.
Waktu terbaik untuk mengunjungi bukit ini adalah pagi-pagi pukul 06.00-09.00. Pada rentang waktu tersebut, kabut turun. Pemandangan bukit hijau yang misterius pun tampak menjadi latar yang eksotis.
Untuk menuju ke sini, pengunjung perlu naik Jeep atau ojek trail. Salah satu jalurnya dari Desa Wonotoro, Sukapura. Biaya untuk sewa Jeep berkisar mulai Rp 400 ribu dari desa ini. Sedangkan ojek trail berkisar Rp 100 ribu. Bisa juga dari Stasiun Malang dengan langsung menyewa Jeep. Harganya lebih mahal. Kisarannya Rp 700 ribu.