Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan pengeroyokan yang dilakukan oleh anggotanya ke Polres Tarakan, Kalimantan Utara, berawal dari permasalahan di tempat hiburan malam. Menurut dia seluruh prajurit yang terlibat bakal mendapat hukuman yang setimpal.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Kejadiannya kan (berawal) di tempat hiburan malam. Pasti akan kami tindak kalau ada yang salah," kata Agus di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 27 Februari 2025. Jenderal bintang empat ini mengklaim seluruh permasalahan terkait insiden tidak mengganggu hubungan antara TNI dan Polri.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Penyerangan ini dilakukan Batalyon Infanteri (Yonif) 614/RJP ke Markas Polres Tarakan, pada Senin malam, 24 Februari 2025. Akibatnya enam polisi luka-luka dalam insiden yang disaksikan puluhan warga tersebut.
Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha mengatakan serangan tersebut dipicu peristiwa pengeroyokan terhadap seorang anggota Yonif 614/RJP oleh sekitar lima orang personel Polres Tarakan pada Sabtu, 22 Februari 2025.
Peristiwa ini kemudian berakhir damai, antara pihak anggota Polres Tarakan dan anggota Yonif 614/RJP menyepakati bahwa yang terlibat akan memberikan biaya pengobatan sebesar Rp 10 juta kepada korban, namun janji tersebut tidak kunjung direalisasikan.
Ingkar janji dari kesepakatan damai ini, membuat 20 orang anggota Yonif 614/RJP mendatangi Mapolres Tarakan untuk mencari lima anggota Polres yang diduga terlibat dalam insiden pengeroyokan tersebut.
Menurut Pangdam, aksi itu sebagai spontanitas, terjadi pelemparan batu yang mengakibatkan kerusakan pada kaca dan pintu pos jaga serta beberapa kaca Mapolres Tarakan. Dia bersama Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol Hary Sudwijanto beserta jajaran Forkopimda kemudian melaksanakan pertemuan guna menyelesaikan insiden Tarakan secara profesional dan berkeadilan.
"Kedua institusi menegaskan komitmen untuk menjaga sinergi TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kalimantan Utara," kata Rudy Rachmat Nugraha.