Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta -Pengacara Waroeng Brothers Coffee & Resto Kemang, Wisnu Wardhana, menganggap Lurah Cipete Utara Nurcahya yang terlebih dulu membuat onar sebelum terjadi keributan pada Jumat dinihari, 11 Desember 2020.
Sebabnya, dia melanjutkan, Nurcahya datang ke restoran dengan penuh amarah.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Dia mengunakan pakaian bebas lalu datang-datang menggebrak meja dan marah-marah dan maki-maki tamu yang ada dalam Waroeng," kata dia saat dihubungi, Sabtu, 12 Desember 2020.
Baca juga : Pemukulan Lurah Cipete Utara: Diduga Terprovokasi Pedagang
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Sebelumnya, terjadi keributan setelah Nurcahya menertibkan pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB transisi di Waroeng Brothers Kemang pada Jumat dinihari sekitar pukul 00.30 WIB.
Nurcahya mengaku dipukul tamu Waroeng Brothers hingga muncul lebam. Dia telah melaporkan kasus dugaan pengeroyokan ke Polres Jakarta Selatan.
Menurut Wisnu, Nurcahya langsung mengusir tamu Waroeng Brothers dari restoran karena ramai orang. Nurcahya, lanjut dia, tak terlebih dulu datang menemui pemilik restoran hingga akhirnya terjadi cekcok. Padahal, tutur dia, Nurcahya seharusnya meminta tamu keluar secara baik-baik.
"Ketimbang dia bawa ormas (organisasi kemasyarakatan) ke situ dan obrak-abrik tempat. Kalau menurut saya yang membuat onar itu justru ibu lurah sendiri," jelasnya soal peristiwa berbuntut diduga pemukulan tersebut.
Lurah Cipete Utara Nurcahya datang ke Waroeng Brothers Kemang bersama dengan tiga anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). Nurcahya tak memakai baju kerja, sementara anggota FKDM mengenakan atribut Satuan Tugas Covid-19. Wisnu mempertanyakan wewenang FKDM untuk turut memantau pelanggaran PSBB transisi.