Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Hukum

Mengenal Q-Zruh dan Joxzin, Kelompok Legendaris di Yogyakarta

Bagi yang pernah tinggal di Yogyakarta, khusunya tahun 1980-an dan 1990-an, tentu akrab dengan istilah Joxzin dan Q-zruh.

11 April 2022 | 19.42 WIB

Ilustrasi kawasan Malioboro, Yogyakarta. Shutterstock
Perbesar
Ilustrasi kawasan Malioboro, Yogyakarta. Shutterstock

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Yogyakarta - Masyarakat yang pernah atau sejak lama tinggal di wilayah Yogyakarta, tentu tidak asing dengan dua nama ini, Q-Zruh dan Joxzin.

Keduanya adalah kelompok yang melegenda di daerah istimewa ini. Bahkan, nama mereka tidak hanya beken di daerah
Jogja saja, tetapi beken hingga luar Yogyakarta.

Q-Zruh

Dalam artikel milik koran lokal Harian Jogja, menyebutkan bahwa Q-Zruh adalah akronim dari Qita Zuka Ribut untuk Hiburan. Q-Zruh adalah geng legendaris asal Jogja yang berjaya di era 80-an hingga 90-an. Q-Zruh didirikan pada Juli 1983 dan memiliki wilayah kekuasaan di wilayah utara Jogja.

Dalam artikel milik koran lokal Kedaulatan Rakyat, menyebutkan bahwa Q-Zruh pernah menguasai beberapa tempat strategis di wilayah Jogja, seperti Jalan Magelang, Jalan Urip Sumoharjo, dan wilayah Terban.
Keterkaitannya dengan aktivitas politik di era Orde Baru, Q-Zruh sering diidentikkan dengan pendukung Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan beberapa pentolan Q-Zruh menjadi anggota Satgas PDI. Dahulu, Q-Zruh diidentikan dengan warna merah atau putih yang menjadi identitas dan kebanggaan mereka.

Joxzin

Mengutip Jogja Update, Joxzin adalah sebuah akronim dari Joxo Zinthing yang konon awal mulanya adalah Pojox Benzin. Sama seperi Q-Zruh, Joxzin juga termasuk geng legendaris yang berasal dari Jogja dan berjaya di era yang sama dengan Q-Zruh. Joxzin berdiri tahun 1985 atau dua tahun lebih muda dibandingkan Q-Zruh.

Berbeda dengan Q-Zruh yang menguasai wilayah utara Yogya, Joxzin lebih banyak menguasai wilayah selatan Jogja, seperti Kauman dan Kotagede. Joxzin juga menguasai beberapa tempat strategis di wilayah Jogja, seperti Kauman, Karangkajen, dan Kotagede.

Berkaitan dengan aktivitas politik di era Orde Baru, anggota Joxzin kebanyakan berafiliasi dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Hal ini disebabkan karena kebanyakan anggota Joxzin berasal dari wilayah-wilayah yang menjadi kantong utama PPP di wilayah Yogya. Di samping itu, banyak pentolan Joxzin yang menjadi Satgas PPP. Berbeda dengan Q-Zruh, warna yang menjadi dan kebanggan Joxzin adalah warna hijau.

Itulah kedua geng legendaris asal Yogyakarta. Sejatinya, masih ada satu geng legendaris lagi asal Jogja, yaitu TRB atau Trah Butek yang "menguasai" wilayah Taman Sari dan Ngasem.

EIBEN HEIZIER
Baca : Klitih Yogyakarta, Wisatawan Harus Waspada Saat Melewati Kawasan Ini

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.



Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus