Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Mandalika Menuju Wisata Internasional

Kawasan wisata Mandalika terus berbenah untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus alias KEK Pariwisata unggulan di tanah air.

28 Januari 2019 | 10.08 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Pantai Kuta di kawasan Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Foto: Tempo/Aryus Probodewo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

INFO NASIONAL - Wisata Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika baru diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Oktober 2017 lalu. Pemerintah berjanji akan mengembangkan tempat ini sehingga bisa dikenal sebagai kawasan wisata internasional di Indonesia selain Pulau Bali. Presiden bahkan ikut memamerkan keindahan kawasan Mandalika ini lewat vlog yang ia unggah ke Youtube.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Tidak tanggung-tanggung, KEK Mandalika memiliki lahan seluas 1.034 hektare yang bakal dipersiapkan untuk membuat kawasan wisata unggulan bertaraf internasional. Selain bakal dibangun hotel dan resor berkelas dengan 10.000 kamar, di tempat ini juga bakal dibangun sirkuit balap kelas dunia, convention center dan infrastruktur penunjuang pariwisata setempat. Targetnya, proyek khusus ini bakal kelar di tahun 2019 ini.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pantai Kuta di kawasan Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Foto: Tempo/Aryus Probodewo

Pulau sejuta satu masjid yang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat ini banyak menyimpan tempat wisata, termasuk tempat-tempat yang masih tertimbun batu karang. Karenanya, tidak heran jika Mandalika akan menjadi tempat wisata populer. Apalagi mengingat letaknya yang strategis, berada di barisan tempat wisata Lombok yang menarik seperti Bukit Merese, pantai Batu Payung, Pantai Tanjung Aan, dan Desa Adat Sade.

Pemerintah juga telah melakukan perbaikan akses jalan menuju wilayah-wilayah yang sangat layak bagi wisatawan. Selain akses seperti jalan, pemerintah telah mencanangkan air bersih dan berbagai fasilitas untuk kawasan madalika dan sekitarnya. Tak terkecuali terhadap bandara dan pelabuhan, juga terus dilakukan perbaikan untuk kenyamanan transportasi.

Kawasan wisata Mandalika terus berbenah untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus alias KEK Pariwisata unggulan di tanah air.  Kian banyak turis datang ke sana. Mereka berkunjung melakukan aktivitas diving, snorkeling, surfing, dan lain-lain di kawasan yang ditangani Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) atau PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (PPI) ini.Tak sedikit di antara mereka yang memiliki masa tinggal hingga berminggu-minggu bahkan lebih. Di antaranya adalah wisatawan asal Australia dan Eropa. 

Pembangunan terus dilakukan. Saat ini, antara lain, tengah digarap Paramount Lombok Resort & Residences dengan investasi Rp 1,2 triliun dari perusahaan film terkenal asal Amerika Serikat itu. Hotel ini akan menyediakan 525 kamar.

Hotel lain yang tengah dibangun adalah Hotel Pullman dan Hotel Royal Tulip. Hotel Pullman berkapasitas 270 kamar telah mulai dibangun pada Oktober 2017 dan Hotel Royal Tulip berkapasitas 198 kamar. Selanjutnya, akan dilakukan pembangunan Hotel X2 yang direncanakan berkapasitas 240 kamar, Hotel Grand Mercure berkapasitas 342 kamar, Aloft by Marriot berkapasitas 173 kamar dan sejumlah hotel lain.

Di dalam kawasan Mandalika Vinci Grand Project, BUMN asal Perancis akan mengembangkan Mandalika Street Race Circuit Cluster. Proyek cluster seluas 120 hektare tersebut akan melengkapi akomodasi berkelas internasional di The Mandalika.  Street-Race Circuit (Sirkuit Jalan Raya) dibangun dengan standar Fédération Internationale de Motorcyclisme (FIM) dan  Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) untuk kelayakan penyelenggaraan kejuaraan dunia balap motor.(*)

 

 

Charles

Charles

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus