Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Di Forum ETWG, PLN Kerja Sama Percepat Transisi Energi Bersih

Kesepakatan kerja sama strategis ini menjadi komitmen nyata PLN dalam forum Energy Transition Working Group 1 (ETWG).

25 Maret 2022 | 13.18 WIB

Di Forum ETWG, PLN Kerja Sama Percepat Transisi Energi Bersih
Perbesar

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

INFO NASIONAL - PT PLN (Persero) dalam forum Energy Transition Working Group 1 (ETWG) langsung mengeksekusi wujud nyata kerja sama untuk mempercepat transisi energi bersih di Tanah Air. Sebanyak empat kerja sama strategis dengan berbagai pihak disepakati pada Kamis 24 Maret.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengakui diperlukan kerja sama berbagai pihak untuk mendukung transisi energi bersih di Indonesia dan mencapai target Net Zero Emission pada 2060. Dampak perubahan iklim tak hanya berdampak pada iklim tetapi juga terhadap ekonomi. Maka, pengurangan emisi untuk iklim yang lebih baik menjadi langkah penting yang perlu diusung bersama sama. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

"Tantangan ke depan adalah teknologi dan pendanaan. Apa yang bisa kita lakukan untuk bersinergi secara nasional harus terus dikembangkan. Kerja sama dengan dunia internasional juga terus kita perluas agar kita bisa menjadi pemimpin dalam proses ini," ujar Arifin. 

Wakil Menteri I BUMN Pahala Masury menjelaskan langkah kerja sama strategis ini sangat penting. Kementerian BUMN sangat mendukung PLN untuk membangun langkah pengurangan emisi global. "Ini diharapkan dengan berbagai perbaikan bisnis model dan pengembangan implementasi EBT dan pengurangan emisi karbon bisa menjadi daya tarik semua pihak untuk bisa bekerja sama dengan PLN," katanya 

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan melalui kesepakatan kerja sama strategis untuk mengurangi emisi global sebagai simbol pengembangan EBT saat ini menjadi fokus utama PLN. Dalam mengembangkan EBT dan menjalankan agenda transisi energi, PLN membuka peluang kerja sama dengan semua pihak. 

"Ke depan pengembangan EBT dan upaya pengurangan emisi menjadi fokus semua pihak dalam mengurangi emisi global. Kerja sama ini sebagai komitmen nyata dari hasil pertemuan ETWG pertama ini," ujarnya.  Sebagai wujud bahwa PLN terbuka untuk partnership, kata Darmawan, PLN sangat mengedepankan fairness dalam kerjasama ini. 

Darmawan merinci empat kesepakatan kerjasama strategis ini adalah MoU Pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dengan Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara, yang terdiri atas Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN. 

Kedua, PLN juga melakukan Power Purchase Agreement  (PPA) dua proyek yaitu pengembangan PLTS di Bali bersama Medco Power dan juga pengembangan PLTM Kukusan-2 5,4 MW di Lampung dengan Arkora Energi Baru. PLN juga melakukan Financial Close  PLTM Sukarame dengan kapasitas 7 MW di Lampung oleh Lampung Hydroenergy. 

Kerja sama strategis ketiga juga dilakukan dalam sektor Renewable Energy Certificate dari PLN ke enam perusahaan sebesar lebih dari 500 MWh  pertahun dari pembangkit EBT milik PLN. 

Terakhir, PLN juga melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Yayasan World Wide Fund (WWF) tentang asistensi teknis dalam meningkatkan kualitas standar lingkungan sosial dan proyek infrastruktur Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia. (*)

Prodik Digital

Prodik Digital

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus