Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Maknai Ramadan dengan Tingkatkan Kepedulian dalam Keberagaman

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, mengimbau agar momen Ramadan dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian sosial dan menjaga kerukunan antar umat beragama.

28 Februari 2025 | 20.41 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara. Dok. DPRD Kabupaten Bogor
Perbesar
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara. Dok. DPRD Kabupaten Bogor

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

MEMO BISNIS - Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, mengimbau agar momen Ramadan dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian sosial dan menjaga kerukunan antar umat beragama. Menurut Sastra, Ramadan bukan hanya soal ibadah puasa, tetapi juga tentang memperkuat keharmonisan dan toleransi, yang seharusnya dicontohkan oleh umat Islam.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Kepedulian sosial di Bulan Ramadan jauh meningkat, kepekaan antarsesama dan saling berbagi menjadi momen. Saya harap ini akan terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari masyarakat kita. Selain itu, kita contohkan bertoleransi yang baik, yakni dengan saling menghormati dan menjungjung nilai persatuan dalam keberagaman," kata Sastra di kantornya, Cibinong, pada Jumat, 27 Februari 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Sastra Winara juga mengimbau seluruh anggota DPRD Kabupaten Bogor untuk mengajak masyarakat meningkatkan nilai-nilai agama dan ibadah, serta mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan, toleransi, dan mempererat kebersamaan. Selain itu, ia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar menghindari perilaku yang berkonotasi negatif.

"Penting untuk diketahui, kenyamanan dan menjaga kondusifitas selama ramadhan menjadi hal prioritas. Jangan sampai hal hal yang tidak baik itu terjadi, sehingga merusak kekhusyukan umat muslim yang sedang beribadah puasa. Lebih diperbanyak amalan ibadah seperti tadarus quran di rumah atau masjid," kata dia.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dan hemat dalam belanja. Sastra mengingatkan bahwa berbelanja berlebihan bisa mempengaruhi ketersediaan barang di pasar, sehingga bisa berdampak pada kenaikan harga karena turunnya stok barang kebutuhan.

"Artinya ibadah puasa, bukan soal kita menahan lapar dan haus, tapi kita juga harus bisa mengurangi ego dan nafsu kita. Jangan sampai kita kalah sama hawa nafsu, kita harus lebih bijak dan hemat. Mari bersama kita meraih berkah dan rahmat allah selama menjalankan ibadah puasa ini.” (*)

Bestari Saniya Rakhmi

Bestari Saniya Rakhmi

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus