Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
INFO NASIONAL – Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP mengajak masyarakat ikut menjaga Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) sebagai sumber daya kelautan yang bernilai historis dan ekonomis.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Direktur Jasa Kelautan, Miftahul Huda, menjelaskan berbagai tantangan dalam menjaga BMKT. Padahal artefak BMKT dapat menjadi catatan historis yang mencerminkan sejarah perdagangan dan diplomasi lintas bangsa.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Tantangan dalam mengelola BMKT beragam, antara lain regulasi hukum, teknologi eksplorasi, hingga ancaman penjarahan ilegal dan kerusakan lingkungan. "Penjarahan dan pengangkatan yang tidak sesuai prosedur menjadi ancaman serius yang merugikan negara," ujarnya saat dies natalies Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) beberapa waktu lalu.
Huda menekankan eksplorasi BMKT harus dilakukan secara bertanggung jawab untuk meminimalkan dampak buruk terhadap ekosistem laut. Pemerintah juga harus memperkuat pengawasan, memperketat regulasi, dan memberikan sanksi tegas bagi pelaku kegiatan ilegal.
KKP mendorong penyebaran pengetahuan tentang BMKT kepada generasi muda sebagai langkah strategis membangun kesadaran menjaga warisan budaya maritim Indonesia.
Huda juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat dalam penyelamatan BMKT. Karenanya, Universitas Indonesia diharapkan dapat memberikan kontribusi inovasi untuk pelestarian BMKT melalui riset dan pengembangan teknologi.
Dekan FIB UI Bondan Kanumoyoso menyatakan dukungannya terhadap upaya pemanfaatan BMKT sebagai sumber daya kelautan yang dapat mendatangkan peluang ekonomi melalui bentuk pemanfaatan BMKT. "Melalui Departemen Arkeologi FIB UI diharapkan kerjasama ini terus berlanjut karena banyak sekali ilmu yang didapatkan mahasiswa," ujarnya.
Pengelolaan BMKT sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono yang menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya laut secara bijak untuk keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan bangsa. (*)