Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Sedikitnya 34 warga Palestina tewas pada Kamis dalam serangan udara Israel di dua sekolah yang menampung warga sipil yang mengungsi di Kota Gaza, menurut pihak berwenang seperti dilansir Anadolu dan Al Jazeera.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Pertahanan Sipil Palestina di Gaza mengatakan 31 warga Palestina, termasuk anak-anak dan wanita, tewas dalam serangan udara yang menargetkan Sekolah Dar Al-Arqam, di mana ratusan warga sipil telah berlindung di lingkungan Tuffah di Kota Gaza.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dilaporkan bahwa enam korban hilang, dengan puluhan terluka.
Kantor Media Gaza mengatakan sebelumnya bahwa 29 warga Palestina, termasuk 18 anak-anak dan satu wanita, tewas, dan lebih dari 100 terluka dalam serangan itu.
Tentara Israel mengakui serangan itu dan mengklaim bahwa "elemen Hamas menggunakan pusat komando dan kontrol (sekolah) untuk merencanakan dan melaksanakan serangan terhadap warga sipil dan pasukan Israel."
Militer menegaskan bahwa sebelum serangan, "banyak langkah diambil untuk mengurangi bahaya terhadap warga sipil termasuk penggunaan pengawasan udara dan intelijen tambahan," meskipun tidak memberikan bukti untuk mendukung klaim tersebut.
Rumah Sakit Baptis Al-Ahli menerima jasad tiga warga Palestina yang tewas dalam serangan udara di Sekolah Fahd Al-Sabah, yang menampung ratusan warga yang mengungsi, kata sumber medis kepada Anadolu.
Serangan itu adalah yang terbaru dalam serangan baru yang telah menewaskan lebih dari 1.160 korban dan melukai lebih dari 2.700 sejak 18 Maret. Israel menghancurkan gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan pada Januari antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina, Hamas.
Israel telah secara sistematis menargetkan fasilitas sipil, termasuk sekolah, rumah sakit, dan tempat ibadah, di tengah serangannya di Gaza.
Di bawah aturan perang, menargetkan fasilitas sipil dapat merupakan kejahatan perang.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji pada Ahad untuk meningkatkan serangan ke Gaza. Ini di tengah upaya untuk menerapkan rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menggusur warga Palestina dari daerah kantong itu.
Lebih dari 50.500 warga Palestina telah tewas di Gaza dalam serangan militer Israel sejak Oktober 2023, sebagian besar dari mereka perempuan dan anak-anak.
Pengadilan Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan November lalu untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perangnya di daerah kantong itu.