Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Arab Saudi meminta maskapai penerbangan yang beroperasi di kerajaan Saudi untuk mendaftarkan data imunisasi Covid-19 pelancong asing yang berpergian ke negara Teluk Arab.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Otoritas Umum untuk Penerbangan Sipil (GACA) mengatakan pada hari Rabu, Arab Saudi telah meluncurkan portal online untuk maskapai penerbangan mendaftarkan data imunisasi penumpangnya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Portal tersebut akan memfasilitasi prosedur setibanya di kerajaan dan menghubungkan data pengunjung dengan aplikasi seluler Saudi yang melacak kasus virus corona, kata GACA, dikutip dari Reuters, 19 Mei 2021.
Mulai 20 Mei, non-warga negara yang datang dari negara yang memenuhi syarat yang telah divaksinasi penuh atau baru saja pulih dari Covid-19, tidak lagi diharuskan untuk karantina di hotel.
Ini berlaku untuk penduduk, pemerintah dan pelancong bisnis, atau mereka yang mengunjungi teman dan keluarga, tetapi tidak untuk turis asing, menurut Otoritas Pariwisata Saudi (STA).
Kepala Eksekutif STA Fahd Hamidaddin pada Senin mengatakan kerajaan akan segera dibuka kembali untuk turis asing tahun ini tanpa merinci tanggalnya.
Arab Saudi meliberalisasi industri pariwisatanya pada 2019, memudahkan orang asing untuk mengajukan visa turis ke kerajaan, yang telah relatif ditutup selama beberapa dekade.
Arab Saudi menargetkan 100 juta kunjungan tahunan pada 2030, naik dari sekitar 40 juta setahun sebelum pandemi virus corona, agar pariwisata menyumbang 10% dari produk domestik bruto, naik dari 3% pada 2019, pada 2030.
REUTERS