Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri secara resmi mengirimkan bantuan kemanusiaan seberat 124 ton senilai US$ 1,2 juta untuk korban gempa bumi di Myanmar. Bantuan berupa tenda pengungsian, alat kesehatan, dan obat-obatan ini dikirimkan hari ini setelah melalui proses koordinasi intensif baik di tingkat nasional maupun regional ASEAN.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono menjelaskan bahwa gempa berkekuatan besar yang melanda Myanmar pada 28 Maret lalu telah menimbulkan korban jiwa yang signifikan. "Berdasarkan data terbaru yang kami miliki, korban tewas mencapai 2.886 orang, dengan 4.639 luka-luka, dan sekitar 300 orang masih dinyatakan hilang," ujar Menlu dalam keterangan persnya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Situasi di Myanmar semakin kompleks mengingat kondisi keamanan dan politik negara tersebut yang belum stabil pasca kudeta militer 2021. Kendati demikian, Kedutaan Besar RI di Yangon memastikan hingga saat ini belum ada laporan Warga Negara Indonesia yang menjadi korban dalam bencana tersebut.
Pengiriman bantuan ini dilakukan setelah serangkaian koordinasi darurat. Sejak tanggal 28 Maret, Kemenlu telah berkoordinasi dengan Kemenko PMK untuk menyiapkan bantuan. Secara paralel, para menteri luar negeri ASEAN juga mengadakan rapat darurat untuk mengkoordinasikan langkah-langkah bantuan kemanusiaan.
"Atas perintah langsung Presiden Prabowo Subianto, kami segera menyiapkan bantuan ini dengan menyesuaikan kebutuhan paling mendesak di lapangan, yaitu tenda pengungsian dan peralatan medis," kata Sugiono. Nilai bantuan yang mencapai 1,2 juta USD ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia sebagai salah satu negara utama di ASEAN.
Proses distribusi bantuan di Myanmar sendiri menghadapi tantangan tersendiri mengingat situasi politik yang belum stabil. Pemerintah Indonesia memastikan bantuan akan disalurkan melalui mekanisme ASEAN dan mitra kemanusiaan lokal yang terpercaya. Menlu menegaskan Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan dukungan lebih lanjut jika diperlukan.
Pengiriman bantuan kali ini kembali menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang aktif dalam membantu sesama negara anggota ASEAN yang mengalami musibah, sekaligus memperkuat solidaritas kemanusiaan di kawasan.