Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Dukungan untuk partai konservatif Kristian Demokrat (CDU) menyentuh rekor terendah dalam setahun. CDU adalah partai yang menggolkan Kanselir Jerman Angela Merkel ke kursi orang nomor satu di Jerman.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Turunnya dukungan untuk Merkel terlihat dari hasil sebuah jajak pendapat yang dipublikasi pada Rabu, 17 Maret 2021. Anjloknya dukungan untuk Merkel diduga karena rasa frustrasi responden terhadap cara penanganannya mengatasi kritis yang diakibatkan wabah virus corona.
Kanselir Jerman Angela Merkel, ketua dari Partai Demokrat Kristen (CDU) menyapa pendukung di markas besar partai setelah pemilu nasional di Berlin (22/9). Kanselir Angela Merkel meraih kemenangan telak dalam pemilihan Jerman. AP/Markus Schreiber
Jika tidak ada aral melintang, pada September 2021 mendatang Jerman akan menjalani pemilu federal untuk menentukan siapa yang akan memimpin Jerman empat tahun ke depan. Dalam jajak pendapat yang dilakukan Forsa memperlihatkan dukungan untuk CDU dan Partai Bavarian CSU turun 4 persen dalam sepekan atau menjadi 29 persen.
Angka itu terendah bagi CDU sejak Jerman diserang wabah virus corona pada Maret 2020 dan menyusul kekalahan dalam pemilu daerah di dua wilayah pada Minggu lalu.
Banyak masyarakat Jerman yang kecewa dengan imunisasi massal vaksin virus corona, dimana program imunisasi ini telah mengalami penundaan terkait penggunaan vaksin AstraZeneca dengan alasan keamanan.
Angka infeksi virus corona di Jerman masih tinggi menyusul dilonggarkannya lockdown dan munculnya masalah dalam vaksinasi serta sistem pengujian komprehensif yang belum tersedia. Perusahaan – perusahaan raksasa di Jerman juga mengeluhkan keterlambatan pembayaran dana bantuan dan munculnya skandal pengadaan masker, yang merusak reputasi Eropa.
Wakil kelompok Free Democrats yang pro-bisnis Wolfgang Kubicki mengatakan Kanselir Merkel perlu memecat beberapa menterinya.
Sumber : Reuters