Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Jepang mengadu ke WTO mengenai pelarangan impor makanan laut Jepang oleh Cina.
Kebijakan Cina ini keluar setelah Jepang membuang air limbah pembangkit tenaga nuklir Fukushima.
Amerika Serikat mengirim peluru uranium untuk memperkuat pertahanan Ukraina.
PEMERINTAH Jepang mengadu ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) bahwa mereka sama sekali tidak bisa menerima kebijakan Cina yang melarang impor makanan lautnya. Kebijakan itu keluar setelah Negeri Matahari Terbit melepas air limbah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima ke Samudra Pasifik pada Kamis, 24 Agustus lalu. Menurut Al Jazeera, pada Selasa, 5 September lalu, Jepang menyatakan akan menjelaskan sikapnya kepada komisi WTO dan meminta Cina segera mencabut kebijakan itu.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Kasus Limbah Nuklir Fukushima Dibawa ke WTO"