Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Internasional

Menlu Sugiono Ingatkan Bahaya Senjata Nuklir: Jadi Ancaman, Tak Jamin Keamanan

Sugiono berpandangan senjata nuklir tidak menggaransi keamanan, tapi malah menjadi ancaman

25 Februari 2025 | 17.00 WIB

Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam pertemuan High Level Segment Conference on Disarmament di Jenewa, Swiss, 24 Februari 2025. Sumber: Kementerian Luar Negeri
material-symbols:fullscreenPerbesar
Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam pertemuan High Level Segment Conference on Disarmament di Jenewa, Swiss, 24 Februari 2025. Sumber: Kementerian Luar Negeri

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam pertemuan High Level Segment Conference on Disarmament di Jenewa, Swiss pada 24 Februari 2025, menekankan Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto, akan terus melakukan upaya-upaya bagi terciptanya perdamaian dan keamanan global, termasuk dengan memajukan upaya-upaya perlucutan senjata

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Dalam kesempatan itu, Sugiono menyampaikan kekhawatirannya atas kondisi global yang semakin rentan dengan adanya persaingan strategis antar-negara, adanya kemunduran terkait komitmen perlucutan senjata, ekspansi program senjata nuklir. Bukan hanya itu, saat ini ketergantungan pada doktrin nuklir juga meningkat, serta naiknya risiko konflik dan kecelakaan nuklir yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

“Senjata Nuklir tidak menggaransi keamanan, tapi malah menjadi ancaman”, tegas Menlu.

Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangan menjelaskan Menlu RI mendorong komunitas internasional untuk segera mengambil langkah nyata mengembalikan stabilitas global, termasuk dengan memperkuat kerangka global perlucutan senjata. Sugiono yakin masyarakat dunia memiliki kemampuan atau kekuatan dan tanggungjawab untuk mengubah kondisi.

“Kita harus mengambil langkah tegas mendorong perlucutan senjata,“ kata Sugiono. 

Menlu RI mendesak Conference on Disarmament agar menjalankan mandatnya dalam revitalisasi arsitektur perlucutan senjata global. Contohnya, mandat memajukan perundingan perlucutan senjata nuklir, pembentukan instrumen hukum jaminan keamanan (negative securityassurance), penguatan Kawasan Bebas Senjata Nuklir, serta penguatan norma anti-uji coba nuklir.

Conference on Disarmament (CD) merupakan satu-satunya forum multilateral yang dimandatkan oleh Sidang Majelis Umum PBB untuk merundingkan perjanjian kunci terkait perlucutan senjata. Keanggotaan CD terdiri dari 65 negara, yaitu 5 negara anggota Tetap DK PBB dan 60 negara dengan kemampuan militer signifikan, termasuk Indonesia.

Sejak dibentuk pada 1978, CD telah merundingkan dan menghasilkan sejumlah perjanjian yaitu Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons(NPT), Convention on the Prohibition of the Development, Production and Stockpiling of Bacteriological (Biological) and Toxin Weapons and on Their Destruction (BWC).

Sugiono hadir pada High-Level Segment Conference on Disarmament di Jenewa, Swiss pada 24 Februari 2025, untuk mempertegas komitmen Indonesia terhadap upaya multilateral dalam perlucutan senjata, serta terus berkontribusi dalam upaya perdamaian dunia.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus