Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Internasional

Berita Tempo Plus

Rumah Hijau di Citeko

Ribuan pengungsi asal Afganistan terlunta-lunta di Indonesia. Mereka menunggu dipindahkan ke Australia.

28 Agustus 2021 | 00.00 WIB

Pengungsi Afghanistan saat membangun sekolah untuk anak-anak imigran yang ada di Bogor, 23 Agustus 2021. TEMPO/M.A MURTADHO
Perbesar
Pengungsi Afghanistan saat membangun sekolah untuk anak-anak imigran yang ada di Bogor, 23 Agustus 2021. TEMPO/M.A MURTADHO

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ringkasan Berita

  • Ada 7.490 pengungsi asal Afganistan yang kini ditangani UNHCR.

  • Sebagian lagi masih terlunta-lunta dan bertahan hidup dengan cara masing-masing.

  • Mereka menunggu kesempatan untuk dipindahkan ke negara tujuan, seperti Australia.

SIANG itu, Khudad Ibrahimi, pengungsi asal Afganistan, bersama delapan rekannya sibuk mengaduk semen dan pasir di depan sebuah rumah bercat hijau di bukit kecil di Citeko, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sebuah perosotan oranye tampak tertanam di dekat tangga batu menuju rumah beratap genteng itu.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
Iwan Kurniawan

Sarjana Filsafat dari Universitas Gadjah Mada (1998) dan Master Ilmu Komunikasi dari Universitas Paramadina (2020. Bergabung di Tempo sejak 2001. Meliput berbagai topik, termasuk politik, sains, seni, gaya hidup, dan isu internasional.

Di ranah sastra dia menjadi kurator sastra di Koran Tempo, co-founder Yayasan Mutimedia Sastra, turut menggagas Festival Sastra Bengkulu, dan kurator sejumlah buku kumpulan puisi. Puisi dan cerita pendeknya tersebar di sejumlah media dan antologi sastra.

Dia menulis buku Semiologi Roland Bhartes (2001), Isu-isu Internasional Dewasa Ini: Dari Perang, Hak Asasi Manusia, hingga Pemanasan Global (2008), dan Empat Menyemai Gambut: Praktik-praktik Revitalisasi Ekonomi di Desa Peduli Gambut (2020).

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus