Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Cina menerbitkan peta baru Laut Cina Selatan berdasarkan 10 garis putus-putus.
Peta itu didasari klaim wilayah tangkapan nelayan tradisional mereka.
Filipina menyiapkan peta baru untuk menandinginya.
KOMISI Zona Kelautan Senat Filipina menggelar sidang maraton untuk merancang peta baru yang akan memasukkan kawasannya di Laut Filipina Barat, bagian dari Laut Cina Selatan. “Akan ada lima rapat dengar pendapat karena kami mencoba merancang peta baru kita. Jadi ini sebagai respons terhadap 10 garis putus-putus,” kata Francis Tolentino, senator yang mengusulkan Undang-Undang Zona Laut Filipina, yang menetapkan zona ekonomi eksklusif (ZEE), landas kontinen, dan bahkan fitur-fitur bawah laut milik negeri itu, pada Kamis, 14 September lalu, seperti dikutip Philstar.com.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Nabiila Azzahra berkontribusi dalam penulisan artikel ini. Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Adu Peta Laut Cina Selatan"