Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Internasional

Setelah Undang Korea Selatan, Kim Jong Un Undang IOC

IOC dan rezim Kim Jong Un masih membahas mengenai tanggal pertemuan kedua pihak, yang akan digelar usai Olimpiade PyeongChang.

13 Februari 2018 | 10.55 WIB

Tim Pemandu Sorak Korea Utara di Olimpiade Musim Dingin PyeongChang, Korea Selatan. Metro.co.uk
Perbesar
Tim Pemandu Sorak Korea Utara di Olimpiade Musim Dingin PyeongChang, Korea Selatan. Metro.co.uk

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, PyeongChang -- Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, berencana mengunjungi Korea Utara seusai gelaran Olimpiade Musim Dingin PyeongChang di Korea Selatan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini


Bach mengatakan kunjungan ini merupakan bagian dari kesepakatan antara IOC dan Korea Utara serta Korea Selatan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Pria yang berdandan seperti Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, bersalaman dengan Presiden Donald Trump, saat menghadiri acara upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korea Selatan, 9 Februari 2018. (Yang Ji-ung/Yonhap via AP)

 

Baca: Meriah dan Kreatif, Tim Pemandu Sorak Korea Utara Dapat Sorotan

 


Mengenai tanggalnya, kedua pihak masih mencari waktu yang dianggap tepat. Olimpiade PyeongChang ini, yang dimulai pada 9 Februari 2018, bakal berakhir pada 25 Februari 2018.

 

 

Baca: Kim Jong Un Undang Presiden Korea Selatan Ke Korea Utara

 


Korea Utara selama ini bersikap tertutup terhadap negara lain dan lembaga internasional. Namun, pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mulai bersikap terbuka pada awal 2018 seperti terungkap dalam pidato tahun barunya. Saat itu, dia menyatakan minat menjalin komunikasi dengan Korea Selatan bahkan menyebut mengenai kemungkinan reunifikasi dua Korea.


"Semua pihak yang terlibat menyambut baik undangan dari Korea Utara itu," kata Bach kepada Reuters, Senin, 12 Februari 2018. "Kami sedang membahas waktu yang pas untuk melanjutkan dialog mengenai olahraga."

Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach. Reuters.

Kedua Korea memasuki arena olimpiade pada pembukaan Jumat pekan lalu dengan berjalan sebagai satu tim. Tim hoki es perempuan kedua negara juga digabung menjadi satu. Ajang ini dimanfaatkan kedua Korea untuk menurunkan ketegangan setelah pada tahun lalu Korea Utara menggelar uji coba nuklir dan rudal balistik beberapa kali.


"Kita akan duduk bersama membicarakan dan bernegosiasi untuk mendapatkan hasil yang bagus," kata Bach. Menurut dia, IOC berbicara dengan komite olimpiade Korea Utara terus menerus.


IOC telah menandatangani kesepakatan tripartit pada 20 Januari di Lausanne. Ini menyangkut keikutsertaan Korea Utara dalam olimpiade ini. Kesepakatan ini dianggap sebagai terobosan karena Korea Utara belum mengikuti olimpiade selama 12 tahun terakhir. 

 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus