Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Internasional

Supermarket Hong Kong Batasi Pembelian Sembako dan Obat

Dua jaringan supermarket terbesar di Hong Kong mulai membatasi pembelian makanan dan obat-obatan pada Jumat 4 Maret 2022

4 Maret 2022 | 13.13 WIB

Seorang warga mencari bahan makanan setelah semakin menyebarnya virus corona di sebuah supermarket di Hong Kong, 30 Januari 2020. Pemerintah Hong Kong menutup beberapa perbatasan dengan Cina untuk sementara waktu karena semakin menyebarnya virus corona. REUTERS/Tyrone Siu
Perbesar
Seorang warga mencari bahan makanan setelah semakin menyebarnya virus corona di sebuah supermarket di Hong Kong, 30 Januari 2020. Pemerintah Hong Kong menutup beberapa perbatasan dengan Cina untuk sementara waktu karena semakin menyebarnya virus corona. REUTERS/Tyrone Siu

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta -Dua jaringan supermarket terbesar di Hong Kong mulai membatasi pembelian makanan dan obat-obatan pada Jumat 4 Maret 2022 untuk mencegah aksi borong masyarakat.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

Seperti dilansir Reuters, selama sepekan terakhir, warga di kota itu berebut membeli kebutuhan pokok karena khawatir dengan isu penutupan wilayah (lockdown) ketika kasus COVID-19 melonjak.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Jaringan swalayan ParknShop mengumumkan batasan maksimal lima barang kebutuhan pokok seperti beras, makanan kaleng, dan kertas tisu. Apotek Watsons juga menerapkan batasan yang sama untuk obat nyeri, demam dan flu.

Pada Rabu lalu, ParknShop mengumumkan jam buka toko yang lebih singkat. Beberapa cabangnya menutup toko pada pukul 15.00 petang. Pada jam-jam itu, banyak toko telah kehabisan stok daging segar dan beku serta sayur-sayuran dalam beberapa hari terakhir.

Kedua jaringan toko itu adalah anak usaha konglomerat Hong Kong yang terdaftar di bursa, CK Hutchison.

Para pejabat setempat telah berkali-kali mendesak masyarakat untuk tidak panik memborong bahan pokok karena stok mencukupi.

Di tengah keluhan publik terhadap pernyataan pejabat yang membingungkan, Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam sebelumnya mengatakan bahwa pemerintahannya tak berencana memberlakukan lockdown total. Namun, akan menerapkan kewajiban tes COVID kepada 7,4 juta penduduknya.

Pemerintah akan mengumumkan rincian rencana itu jika sudah selesai, kata dia. Pihak berwenang pada Kamis lalu melaporkan rekor 56.827 kasus baru dan 144 kematian akibat COVID-19, meningkat eksponensial dari sekitar 100 kasus pada awal Februari.

Lonjakan kasus dan kekhawatiran pada lockdown telah mendorong orang-orang untuk keluar dari Hong Kong, di mana pemerintah bersandar pada kebijakan "nol dinamis" COVID-19 dalam penanganan wabah.

Banyak restoran dan toko tutup, sementara distrik keuangan di sana sangat sepi dan hanya segelintir orang yang terlihat berjalan di kawasan yang biasanya ramai.

Menyoroti frustrasi publik yang terus meningkat, pebisnis terkemuka dan penasihat pemerintah Allan Zeman mengatakan bahwa reputasi internasional Hong Kong sudah "sangat rusak" dan kekhawatiran disebabkan oleh pesan-pesan yang membingungkan.

SUMBER: REUTERS

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus