Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Internasional

Termasuk Thailand, Ini 4 Negara asal Nelayan yang Sering Mencuri Ikan di Indonesia

Mencuri Ikan di negara lain adalah perbuartan kriminal. Indonesia sering menjadi korban.

17 Mei 2023 | 14.43 WIB

Polisi menggiring nelayan asing pelaku pencurian ikan di Belawan, Sumatera Utara, 21 Mei 2015. Personel Dit Polair berhasil menangkap satu nahkoda dan empat nelayan asing asal Thailand, yang mencuri ikan di perairan laut Indonesia dengan barang bukti ikan sebanyak 1 ton. ANTARA/Irsan Mulyadi
Perbesar
Polisi menggiring nelayan asing pelaku pencurian ikan di Belawan, Sumatera Utara, 21 Mei 2015. Personel Dit Polair berhasil menangkap satu nahkoda dan empat nelayan asing asal Thailand, yang mencuri ikan di perairan laut Indonesia dengan barang bukti ikan sebanyak 1 ton. ANTARA/Irsan Mulyadi

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Pencurian ikan atau biasa disebut Illegal fishing masih menjadi praktik kriminal yang sering terjadi di perairan Indonesia. Hal tersebut bukan hanya menjadi masalah Indonesia, namun masalah lintas negara. Mengutip dari jurnal Illegal Fishing di Perairan Indonesia: Permasalahan dan Upaya Penanganannya Secara Bilateral di Kawasan karya Simela Victor Muhamad yang diterbitkan Universitas Indonesia, Kegiatan illegal fishing tersebut dilakukan oleh nelayan asing dari negara tetangga. Melalui berbagai modus operandi para nelayan asing tersebut mencuri ikan di perairan Indonesia dan selanjutnya menjual ikan di luar Indonesia dengan keuntungan yang berlipatganda. Dilansir berbagai sumber, berikut 4 Negara yang tercatat sering mencuri Ikan di Indonesia:

1. Thailand

Kapal - kapal ikan asal Thailand merupakan salah satu pelaku pencurian ikan yang sudah sering ditindak namun seakan tak pernah kapok. Bahkan mereka telah dikenai denda uang sejumlah ratusan juta namun tetap melakukan praktik illegal fishing. Alasan nelayan Thailand sering mengambil ikan di perairan Indonesia dikarenakan sumber daya yang melimpah sehingga mereka bisa memperoleh ikan dalam jumlah yang banyak.

2. Vietnam

Kapal-kapal dari Vietnam sering melakukan tindak ilegal fishing di Laut Natuna. Tak tanggung-tanggung, jumlah ikan yang dicuri bisa mencapai ber ton-ton. Hal tersebut tentunya sangat merugikan Indonesia. Kapal Vietnam ini juga melakukan pencurian menggunakan trawl alat tangkap yang dilarang sehingga dapat merusak ekosistem.

3. Filipina 

Kapal asal Filipina juga sering melakukan tindakan illegal fishing. Kapal tersebut biasanya mencuri ikan di Laut Sulawesi dan Selat Malaka. Alasan mereka melakukan tindakan tersebut disebabkan karena kawasan perairan tersebut terkandung potensi sumber daya perikanan yang besar, juga dikarenakan posisi geografis dari kawasan perairan Indonesia tersebut berada di perairan perbatasan atau berdekatan dengan perairan internasional sehingga sangat terbuka bagi kemungkinan masuknya nelayan-nelayan asing ke wilayah perairan Indonesia dan melakukan penangkapan ikan secara ilegal.

4. Malaysia

Kegiatan illegal fishing banyak dilakukan di ZEE Laut Cina Selatan dan juga di sekitar perairan Kalimantan Barat. Kasus pencurian ikan membawa kerugian materiil yang sangat besar bagi Kalimantan Barat. Dalam satu tahun, daerah ini diprediksi merugi hingga Rp 5 triliun rupiah.

Pilihan Editor: Daerah Kepulauan Bak Pencaga, Namun Tak Berdaya

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus