Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Internasional

Tsuneko Sasamoto, Pelopor Jurnalis Foto Perempuan Meninggal dalam Usia 107 Tahun

Tsuneko Sasamoto, seorang fotografer perintis dan dianggap sebagai jurnalis foto wanita pertama Jepang, meninggal pada usia 107

22 Agustus 2022 | 19.30 WIB

Tsuneko Sasamoto. Boredpanda
Perbesar
Tsuneko Sasamoto. Boredpanda

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Tsuneko Sasamoto, seorang fotografer perintis dan dianggap sebagai jurnalis foto wanita pertama Jepang, meninggal pada usia 107. Dia meninggal pada Senin,15 Agustus 2022 karena usia tua.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Media Jepang melaporkan, dia meninggal dua minggu sebelum ulang tahunnya yang ke-108. Sasamoto pernah mengatakan, bahwa segelas anggur merah setiap malam sebagai salah satu kunci kesehatannya. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Lahir di Tokyo pada tahun Perang Dunia Pertama dimulai, Sasamoto awalnya ingin menjadi seorang pelukis tetapi dihalangi oleh ayahnya. Terinspirasi oleh film hitam-putih yang dia lihat bersama seorang teman, dia mulai bekerja sebagai fotografer dan pada tahun 1940 bergabung dengan Asosiasi Fotografi Jepang.
 
Subjeknya berkisar dari yang terkenal, seperti Jenderal Douglas MacArthur, yang mengawasi pendudukan AS pasca Perang Dunia Kedua di Jepang, hingga istri para penambang batu bara.

Dalam sebuah wawancara di situs web Art and Design Inspiration setelah berusia 107 tahun, Sasamoto mengatakan segelas anggur merah setiap malam dan sepotong cokelat setiap hari adalah salah satu kunci umur panjangnya.

"Kamu seharusnya tidak pernah menjadi malas," katanya. "Sangat penting untuk tetap positif tentang hidup Anda dan tidak pernah menyerah."
 
Dia menambahkan, "Anda harus mendorong diri sendiri dan tetap sadar, sehingga Anda dapat bergerak maju."

Situs berita Jepang NHK Online melaporkan bahwa Sasamoto pada 2015 dalam usia 101 tahun sedang menyusun koleksi foto baru setelah 70 tahun berkarir sebagai jurnalis foto.

Setelah tangan kiri dan kedua kakinya patah tahun lalu karena jatuh, Sasamoto kehilangan mobilitas tetapi tetap semangat untuk memotret. Dia dilaporkan melakukan rehabilitasi untuk mendapatkan kekuatan saat memotret bunga untuk proyek berjudul "Hana Akari," atau "Flower Glow." Ini adalah penghormatan kepada teman-teman fotografer yang telah meninggal.

Sasamoto sebelumnya menerbitkan buku berisi karya foto jurnalistik pada tahun 2011, pada usia 97 tahun:

Reuters

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus