Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Lingkungan

Gempa di Laut M5,9 Guncang Ternate, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Laut Maluku.

3 April 2025 | 11.12 WIB

Wilayah Ternate, Maluku Utara, diguncang gempa tektonik pada Kamis, 3 April 2025, pukul 04.03.41 WIB. (BMKG)
Perbesar
Wilayah Ternate, Maluku Utara, diguncang gempa tektonik pada Kamis, 3 April 2025, pukul 04.03.41 WIB. (BMKG)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan wilayah Ternate, Maluku Utara, diguncang gempa tektonik pada Kamis, 3 April 2025, pukul 04.03.41 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,9.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,21° LU dan 126,69° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 121 kilometer arah barat daya Pulau Doi, Maluku Utara, pada kedalaman 42 kilometer.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Laut Maluku,” ujar Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya, Kamis.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," tambahnya.

Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Manado, Bitung, Ternate dan Jailolo dengan skala intensitas II-III MMI, yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan truk berlalu.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 04.31 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo M4,9.

Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. “Agar menghindari  bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa,” ujar Daryono. 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus