Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Lingkungan

Berita Tempo Plus

Kearifan Lokal sebagai Jawaban Krisis Iklim

Seperti dibahas di COP15 di Montreal, kearifan lokal disebut sebagai jalan terbaik untuk mengurangi dampak krisis iklim. Cara-cara suku melestarikan ekosistem dianggap paling jitu karena kehidupan mereka bergantung pada alam. Yanti A. Lewerrisa, lektor kepala Fakultas Hukum Universitas Pattimura, Ambon, dkk, menulis tentang efektivitas Sasi menjaga laut di Maluku Tengah.

21 Desember 2022 | 00.00 WIB

Warga mengangkut ikan lompa (Trisina baelama, sejenis ikan sardin kecil) yang berhasil ditangkap pada ritual budaya buka Sasi Lompa di sungai Learisa Kayeli, Negeri Haruku, Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, 2015. ANTARA/Embong Salampessy
Perbesar
Warga mengangkut ikan lompa (Trisina baelama, sejenis ikan sardin kecil) yang berhasil ditangkap pada ritual budaya buka Sasi Lompa di sungai Learisa Kayeli, Negeri Haruku, Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, 2015. ANTARA/Embong Salampessy

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kearifan lokal mengemuka dalam konferensi PBB soal keanekaragaman hayati, COP15, di Montreal, Kanada, pada awal pekan ini. Cara suku asli, yang hidupnya sangat bergantung pada ekosistem, menjaga alam dianggap sebagai jalan terbaik untuk mengurangi dampak dari kerusakan lingkungan dan krisis iklim.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus