Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Novel Seratus Tahun Kesunyian karya Gabriel García Márquez, sastrawan Kolombia peraih Nobel Sastra, diangkat ke film miniseri One Hundred Years of Solitude di Netflix. Film sepanjang 16 episode yang dipecah dalam dua bagian itu memvisualkan teks Márquez yang dikenal rumit dan beralur maju-mundur.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dua sutradara Kolombia, Alex García López dan Laura Mora, menata ulang keping-keping cerita dari novel menjadi adegan-adegan dalam film yang tertata dan visual yang merujuk pada budaya dan sejarah Kolombia, meskipun masih setia pada novelnya. Film juga membuat apa yang nyata dan khayal--yang dalam novel berbaur--menjadi visual. Bagaimana perubahan-perubahan dari novel ini muncul dalam film?
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Novel Márquez juga membuat realisme magis—gaya sastra yang membaurkan khayalan dan realitas—mempengaruhi karya sastra di berbagai belahan dunia. Liputan ini mengurai bagaimana karya Márquez mempengaruhi sastra Indonesia.
Di edisi kali ini, kami juga menulis fenomena tumbler yang tak hanya menjadi bagian dari kampanye untuk mengurangi sampah plastik. Dia kini sudah menjadi simbol gaya hidup masyarakat urban. Indra Perdana, misalnya, kreator digital dengan 74.000 pengikut di TikTok, kerap membawa wadah minuman dengan jenama Stanley seharga Rp 799 ribu ke kantor. Dia mengoleksi 30 botol berbagai merek.
Selain itu, kami menuliskan obituari Seiichi Okawa, wartawan Jepang yang mencitai Indonesia. Okawa wafat di kediamannya di Nerima, Tokyo, pada Jumat, 6 Desember 2024 di usia 72 tahun. Eks koresponden Tempo di Jepang itu banyak menulis tentang Indonesia sejak 1970-an dengan penuh cinta. Okawa telah menjelajah berbagai benua, termasuk Afrika, Timur Tengah, dan Asia. Di Papua, ia diangkat anak oleh kepala suku Momuna. Selamat membaca.