Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Tim bulu tangkis Indonesia tampil tidak meyakinkan di fase awal perjalanan ke tur Eropa. Di Piala Sudirman 2021 di Vantaa, Finlandia, Anthony Sinisuka Ginting dan kawan-kawan selalu tampil kesulitan. Meski memuncaki grup babak penyisihan, Indonesia selalu berada dalam kondisi tertinggal terlebih dulu ketika melawan Kanada dan Denmark.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Perjalanan tim bulu tangkis Indonesia di Piala Sudirman harus berakhir lebih cepat. Setelah babak penyisihan grup, mereka harus kandas melawan tim Malaysia yang relatif tidak berpengalaman di babak perempat final.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Sejumlah pemain andalan, Marcus Fernaldi Gideon / Kevin Sanjaya Sukamuljo, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, tampil jauh dari penampilan terbaiknya. Sebab itulah, peluang Indonesia merebut gelar juara Piala Thomas tampak mustahil. Berikut sejumlah kilas balik kesuksesan Indonesia merebut kembali trofi turnamen beregu putra paling bergengsi di dunia tersebut.
1. Shesar Hiren Rhustavito Hadir sebagai Penyelamat
Seusai menang 5-0 atas Aljazair, Indonesia terancam tumbang di tangan Thailand saat tertinggal 1-2. Namun, Fajar Alfian / Muhammad Rian Ardianto dan Shesar Hiren Rhustavito berhasil menang dan menyelamatkan wajah Indonesia.
Rhustavito sekali lagi menjadi pahlawan di pertandingan terakhir grup melawan Cina Taipei. Ia memenangkan pertandingan yang berjalan menegangkan dalam tiga gim melawan Chi Yu Jen untuk membantu Indonesia memuncaki klasemen Grup A.
2. Menemukan Bentuk Terbaik
Melawan Malaysia di perempat final, Anthony Ginting dan Marcus / Kevin berhasil membalas kekalahan mereka di Piala Sudirman. Keduanya menang melawan Lee Zii Jia dan Aaron Chia / Soh Wooi Yik. Pertandingan ditutup dengan kemenangan Jonatan Christie atas Ng Tze Yong dalam duel berdurasi 75 menit.
Selebrasi ganda putra Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya saat berhadapan dengan Aaron Chia / Soh Wooi Yik di perempat final Piala Thomas, pada Jumat, 15 Oktober 2021. Kemenangan dari Marcus/Kevin membuat Indonesia unggul 2-0. Instagram/Badminton.ina
Di babak semifinal, Indonesia melawan tuan rumah Denmark, tim yang dianggap memiliki susunan pemain paling lengkap untuk menjadi juara Piala Thomas. Denmark diperkuat juara Olimpiade Viktor Axelsen, dan tunggal putra sekelas Anders Antonsen, Rasmus Gemke, Hans-Kristian Solberg Vittinghus, serta ganda, Kim Astrup / Anders Skaarup Rasmussen.
Denmark adalah tim tangguh. Vittinghus, pahlawan Denmark saat menjadi juara Piala Thomas 2016, ditempatkan di slot favoritnya. Ia menjadi tunggal ketiga melawan Shesar Hiren Rhustavito.
Axelsen membuka keunggulan setelah menang atas Ginting. Minions berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Di partai ketiga, Antonsen, yang lebih difavoritkan, harus bertekuk lutut setelah kalah dari Jonatan Christie dalam duel selama 100 menit. Fajar / Rian menutup pertandingan bagi Indonesia untuk menghancurkan harapan indah Denmark untuk meraih gelar di kandang sendiri. Di semifinal lainnya, Cina telah mengalahkan tim bulu tangkis Jepang.
3. Langkah Kejutan
Di partai final, Indonesia membuat langkah taktis yang paling tak terduga. Fajar / Rian menjadi ganda pertama. Minions dipecah. Kevin berduet dengan Daniel Marthin untuk ditempatkan di ganda kedua.
Pebulu tangkis Anthony Sinisuka Ginting mengangkat trofi setelah tim Indonesia mengalahkan Cina dalam final Piala Thomas di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Ahad, 17 Oktober 2021. Claus Fisker/Ritzau Scanpix via REUTERS
Kekuatan Indonesia ada pada pasangan ganda regulernya. Ginting solid melawan Lu Guang Zu dan Fajar / Rian berhasil mengalahkan He Ji Ting / Zhou Hao Dong. Keunggulan ini meninggalkan panggung bagi Christie untuk menyelesaikan kemenangan di partai ketiga. Kevin / Daniel pun tak perlu bermain.
4. Indonesia Mengangkat Piala Thomas setelah 19 Tahun
Jonatan Christie, 24 tahun, menjadi penentu saat menyeret Li Shi Feng ke dalam rubber game yang menyiksa. Di situ, permainan Li Shi Feng tampak berantakan. Jika Rhustavito telah memainkan peran penting di babak awal, Christie berdiri tegak untuk menyegel gelar di partai final.
Pebulu tangkis Indonesia, Jonatan Christie alias Jojo melakukan selebrasi usai memenangkan pertandingan tunggal putra melawan Lu Guang Zu dari Cina dalam final Piala Thomas di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Ahad, 17 Oktober 2021. Kemenangan Jojo diraih dalam tiga set. Claus Fisker/Ritzau Scanpix via REUTERS
“Di game ketiga, saya bilang, ayo kita main 100 menit lagi. Saya hanya memotivasi diri saya sendiri. Pertandingan terakhir saya memberi saya kepercayaan diri. Saya sudah siap selama 120 menit lagi,” kata dia. Hampir dua dekade, Piala Thomas kembali menjadi milik Indonesia.
BWF BADMINTON | PBSI