Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta- Ketua Electric Jakarta Marathon, Sapta Nirwandar, memperkenalkan Abdul Rahman, 75 tahun, sebagai pelari tertua yang mengikuti Electric Jakarta Marathon 2019. Ia menyebutkan bahwa Rahman telah mengikuti seluruh tujuh edisi Jakarta Marathon yang pernah digelar.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Tadi beliau ada di half marathon," kata Sapta menyebutkan kategori perlombaan yang diikuti Rahman di kawasan Gelora Bung Karno, Ahad, 27 Oktober 2019.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Abdul Rahman mengatakan rutin berpartisipasi di Jakarta Marathon karena ikut menginisiasi ajang yang menjadi kalender tahunan dari Federasi Atletik Internasional (International Association of Athletics Federations/IAAF). Ia menyebutkan untuk tahun 2019 hanya turun di nomor Half Marathon, berbeda dengan tahun 2018. Saat itu, pria asal Bandung ini berlaga di maraton penuh. " Tadi finis 2 jam 43 menit," katanya.
Pada nomor half marathon, pelari asal Kenya, Joseph Mwangi Ngare, keluar sebagai juara pertama dengan catatan waktu 1 jam 6 menit 6 detik. Ia mengungguli dua kompatriotnya yakni David Kibet dan Ezekiel Kibitok yang finis di urutan kedua dan ketiga.
Rahman menambahkan dirinya tidak mempunyai pantangan makanan di usia senja karena rutin berolahraga. "Semua makan di makan yang bukan makanan jangan di makan. Jangan mengubah kebiasaan, tidak perlu itu," kata dia menjelaskan kiatnya menjaga stamina.
Selain di Jakarta Marathon, Rahman mengatakan pada bulan Maret sempat memgikuti Seoul International Marathon 2019. "Ikut full marathon," ucap dia menyebutkan kategori lomba yang diikutinya.
Sebelumnya, belasan ribu pelari mengikuti Electric Jakarta Marathon edisi ketujuh berlangsung pada hari ini, Ahad, 27 Oktober 2019. Kompetisi ini melibatkan 16.500 peserta. Dari jumlah tersebut, 1.421 orang di antaranya berasal dari luar negeri. Pelari internasional itu berasal ari Malaysia, India, Amerika Serikat, Perancis, Belanda, Italia, Korea Selatan, Singapura, dan Jepang.
IRSYAN HASYIM