Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Motor

Ecgo Bike Tawarkan Motor Listrik Murah Hanya Rp 8 Jutaan, Tapi..

Ecgo Bike Tawarkan Motor Listrik Murah Hanya Rp 8 Jutaan, sedangkan kompetitor menjualnya dengan banderol Rp 17 juta hingga Rp25 juta

7 November 2019 | 09.42 WIB

Pengunjung melihat motor listrik Ecgo Bike dalam acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD, 22 Juli 2019. Baterai Ecgo Bike dapat bertahan hingga 4 jam pemakaian tergantung serinya. TEMPO/Fajar Januarta
Perbesar
Pengunjung melihat motor listrik Ecgo Bike dalam acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD, 22 Juli 2019. Baterai Ecgo Bike dapat bertahan hingga 4 jam pemakaian tergantung serinya. TEMPO/Fajar Januarta

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Harga sepeda motor listrik masih mahal dengan alasan banderol baterai. Misalnya, sepeda motor listrik Gesits sekitar Rp25 juta dan Viar Rp17 juta sampai Rp18 jutaan. Adapun PT Green City Traffic (GCT) melalui produk sepeda motor listrik ECGO Bike -2 atau easy go ditawarkan dengan harga yang murah kisaran Rp8 jutaan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Harga yang murah tersebut karena motor ini tidak dijual dengan baterai, namun konsumen bisa menyewanya. Hal tersebut dilakukan agar konsumen tanpa harus repot memikirkan harga baterai yang mahal.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

COO dan CO-Founder ECGO Bike, Rosyeni, menjelaskan bahwa startup mereka menawarkan solusi mahalnya harga baterai dengan cara sewa. "Konsumen hanya beli sepeda motornya saja, baterainya tidak usah, melainkan disewa Rp95.000 setiap bulan atau jika mencapai 1.000 kilometer (mana yang lebih dahulu)," kata Rosyeni, Selasa 5 November 2019.

Jika dihitung biayanya Rp95.000/1.000 kilometer, maka untuk 1 kilometer pengguna hanya mengeluarkan Rp95 saja. Harga sewa baterai Rp95.000 setiap bulan tentu jauh lebih murah ketimbang biaya bensin menggunakan sepeda motor konvensional.

Rosyeni menjelaskan, berdasarkan data pengguna sepeda motor, pengguna tunggangan bertenaga listrik masih sebesar 0,007 persen di Indonesia. Sehingga terbuka peluang untuk memasarkan kendaraan ramah lingkungan itu.

ECGO yang tampil perdana di pameran GIIAS 2019 juga menarik minat pengusahan. Rosyeni mengatakan, hingga saat ini sudah terdapat 388 toko yang berkomitmen untuk menjadi distributor ECGO di seluruh Indonesia. "Dominan di Pulau Jawa, antusiasme mereka tinggi. Mereka bahkan sudah memetakan daerah-daerah mana yang akan menjadi titik penjualan ECGO," kata Rosyeni.

Melalui jaringan penjualan yang sedang dibangun, ECGO menawarkan kemudahan kepada konsumen untuk menukarkan baterai di mana saja melalui aplikasi ponsel.

Aplikasi ECGO pada ponsel akan merangkum berbagai hal berkaitan dengan kondisi baterai (low batt warning), anti theft warning, over heating, battery not in good health dan dan jarak tempuh sepeda motor listrik.

Mekanismenya adalah baterai dapat terhubung dengan server, kemudian server akan berkomunikasi dua arah kepada pengguna serta diler atau toko ECGO terdekat.

"Hadirnya banyak peminat untuk menjadi distributor ECGO juga sejalan dengan konsep swap baterai. Artinya, mereka akan menyediakan baterai untuk ditukarkan kepada pengguna yang kehabisan baterai, lewat aplikasi itu," kata dia.

ANTARA

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus