Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (BEM Fisip Unpad) menggelar acara diskusi publik bersama bakal calon Bupati Sumedang di FISIP Unpad pada Selasa, 9 Juli 2024.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Selain mengundang bakal calon bupati, acara ini pun mengundang warga lokal seperti RT, RW, Forum OSIS Sumedang, Forum MPK Sumedang, serikat buruh, mahasiswa, dan warga lokal secara keseluruhan.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ketua BEM FISIP Unpad 2024, Samuel Joseph Jeremia atau akrab disapa Sammy, menjelaskan tujuan diadakannya acara ini adalah sebagai pendidikan politik untuk warga Sumedang bahkan untuk publik secara keseluruhan. Ia juga mengatakan tujuan acara ini adalah untuk mendorong bakal calon pilkada mana pun untuk mau berdiskusi dengan publik.
“Publik akan melihat demokrasi tuh selayaknya seperti apa dan pendidikan politik yang baik untuk lima tahun ke depan bahkan sepuluh tahun sampe ke depan-depannya,” kata Sammy.
Kegiatan ini semula mengundang seluruh bakal calon Bupati Sumedang untuk memaparkan gagasannya dan melakukan diskusi dengan publik. Namun. hanya satu calon yang bersedia hadir pada acara tersebut, yakni Dony Ahmad Munir, mantan Bupati Sumedang periode sebelumnya yang digadang-gadang juga akan mencalonkan kembali memperpanjang masa jabatannya.
“Sebetulnya kami sudah mengundang seluruh bakal calon Bupati Sumedang tahun 2024-2029, tapi nampaknya hari ini hanya pak Dony saja (yang hadir), harapannya seluruh bakal calon bupati bisa kita kuliti gagasannya di diskusi publik seperti ini,” kata Sammy,
Dony sendiri memaparkan alasannya menghadiri diskusi ini adalah untuk menghargai undangan dari mahasiswa Unpad sebagai salah satu warga Sumedang sekaligus dapat menyampaikan gagasan dan menerima gagasan lain dari publik untuk rekomendasi kebijakannya selama 5 tahun menjabat nanti.
“Pertama saya menghargai undangan dari mahasiswa sebagai salah satu warganya di sini, yang kedua, memandang forum ini sangat bermanfaat sekali, sangat berguna sekali untuk menyampaikan visi misi program kita kepada publik secara terbuka sehingga masyarakat bisa menjadikan bahan pertimbangan terhadap pokok-pokok pikiran yang kami sampaikan sekaligus saya mendapatkan masukan dari masyarakat dari mahasiswa berkaitan dengan berjalannya 5 tahun ke depan kalo Allah menakdirkan saya kembali,” kata Dony di Jatinangorkepada Tempo.co usai acara.
Sammy menjelaskan latar belakang diadakannya diskusi ini berangkat dari keresahan tentang belum adanya optimalisasi lebih lanjut dari kebijakan yang sudah ada. Terlebih, Kabupaten Sumedang sendiri banyak mendapat penghargaan dan menjadi sorotan nasional.
“Sebenarnya latar belakang kami sebagai mahasiswa sempat resah. Kenapa? Karena nampaknya Sumedang hari ini memang sudah menjadi point of view dan highlight dari nasional juga, sempat mendapatkan penghargaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) terbaik dan sebagainya tapi kami sebagai warganya masih merasa resah belum ada hal hal spesifiknya dibahas tentang optimalisasi lebih lanjutnya,” kata dia.
Sebagai rekomendasi kebijakan, BEM Fisip unpad memberikan policy brief kepada bakal calon bupati yang hadir, fokusnya pada tiga sub isu yang dibahas, di antaranya kemiskinan, kesejahteraan sosial, dan kawasan pendidikan Jatinangor.
“Ada 3 sub isu yang dibahas, pertama bahas tentang kemiskinan, terkhususnya pengangguran, kemudian kemiskinan ekstrem, dan masing-masing kecamatannya seperti apa. Kalo untuk sub isu kedua kita bahas tentang kesejahteraan sosial, dan sub isu ketiga kita bicara tentang kawasan pendidikan di Kecamatan Jatinangor yang merupakan bagian dari Sumedang itu sendiri,” katanya.