Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Ijtima Ulama Nusantara yang digelar Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB telah selesai pada siang hari ini. Acara yang digelar selama dua hari dan dihadiri sejumlah pejabat itu menghasilkan beberapa keputusan strategis menjelang Pemilu 2024.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Salah satunya menargetkan PKB masuk dalam tiga besar partai yang memeroleh suara terbanyak di Pemilu 2024.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Kami memberi mandat penuh para ulama, kiai, dan bu nyai ini, kepada Gus Muhaimin dalam menentukan arah dan kebijakan PKB ke depan terutama dengan target 100 kursi di DPR RI dan pemenangan masuk tiga besar di 2024, termasuk soal kepemimpinan nasional," ujar Wakil Sekretaris Dewan Syura DPP PKB, Maman Imanul Haq, Sabtu, 14 Januari 2023.
Keputusan selanjutnya, Itjima Ulama Nusantara sepakat akan menjadi forum yang mewadahi seluruh kiai dan ibu nyai, dan da'i seluruh Indonesia yang menaruh perhatian terhadap perpolitikan di Indonesia. Forum ini akan menjadi waduh bersilahturahmi dan adu gagasan serta pikiran.
Keputusan ketiga, seluruh peserta yang hadir akan menjadi juru kampanye nasional PKB. Terakhir, forum Ijtima Ulama Nusantara akan mengawal program-program yang diperjuangkan oleh fraksi PKB dan para kyai akan memberikan masukan-masukan.
"Termasuk membikin semacam database bagi kelompok di daerah, bagi usaha UMKM dan isu-isu lainnya sehingga PKB akan terus mendapatkan masukan dari para kyai dan para ibu nyai ini. Di sini pun hadir rekomendasi untuk perempuan, terutama setelah PKB berhasil mengawal tentang perlindungan anak, maka PKB akan mengawal undang-undang tentang kesejahteraan ibu dan anak," kata Maman.
Terakhir, PKB bakal terus memperjuangkan politik para kyai soal kemaslahatan, tentang perlindungan terhadap anak, penghentian kekerasan seksual terhadap perempuan, termasuk juga transparansi keuangan negara, dan juga banyak hal yang di sisa-sisa sekitar 391 hari lagi menuju pemilu. Maman mengatakan semua hal ini ditargetkan karena PKB ingin menciptakan sebuah proses demokrasi yang kondusif.
"Sehingga dengan ijtima ini kita berhasil juga di beberapa daerah, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jambi, Sumatera Utara, dan beberapa daerah terus mendengarkan dari para ulama dan kiai," kata Maman.
Ijtima Ulama Nusantara merupakan forum silaturahmi dan konsolidasi gagasan dan pandangan konstruktif para ulama, para kiai, dan pimpinan pondok pesantren di Tanah Air, dalam menghadapi Pemilu 2024.
"Ijtima Ulama ini seperti reuni para tokoh PKB sebagai partai yang dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama. PKB sepanjang perjalanannya telah melahirkan banyak tokoh yang punya kontribusi besar terhadap ," kata Sekretaris Dewan Syura DPP PKB, Saifullah Maksum.
Maksum menerangkan, acara ini dihadiri ulama dan kiai-kiai dari pesantren NU serta tokoh nasional yang pernah berkiprah di PKB sejak didirikan. Mereka di antaranya seperti Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud Md,Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta mantan Ketua Umum DPP PKB Alwi Shihab.
M JULNIS FIRMANSYAH