Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Garut terus berupaya maksimal untuk mengurai kepadatan arus balik yang terjadi di sejumlah ruas Jalan Raya Bandung-Garut pada hari ketiga libur Lebaran, Rabu, 4 April 2025.
Kemacetan panjang yang mengular hingga sekitar 3 kilometer ini terjadi di jalur nasional maupun provinsi di wilayah Kabupaten Garut. Hal ini disebabkan oleh tingginya volume kendaraan, baik dari pemudik lokal maupun masyarakat yang memanfaatkan libur untuk berwisata ke berbagai destinasi populer di daerah tersebut.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut, Iptu Aang Andi Suhandi, menjelaskan bahwa meskipun libur Lebaran telah memasuki hari ketiga, arus lalu lintas di wilayah Garut masih terpantau padat.
"Hari ini arus lalu lintas terpantau relatif padat dari kedua arah, baik yang masuk ke Garut maupun yang keluar dari Garut," kata Aang dikutip dari Antara.
Arus kendaraan yang melintas di beberapa jalur utama, seperti yang mengarah dari Bandung menuju Limbangan, Kadungora, hingga Garut, memang mengalami peningkatan signifikan. Bahkan, kepadatan ini diperparah dengan banyaknya kendaraan yang datang dari arah sebaliknya.
Selain pemudik dari luar kota yang melintas menuju Garut, situasi semakin rumit karena adanya pemudik lokal yang juga memanfaatkan waktu libur untuk berkunjung ke berbagai objek wisata di Garut, yang memang terkenal dengan keindahan alamnya. Menghadapi kondisi ini, Polres Garut menerapkan beberapa langkah pengaturan lalu lintas untuk mengurangi kemacetan. Salah satunya adalah dengan memberlakukan sistem satu arah atau "one way" yang dilakukan secara bergantian untuk mengalirkan arus kendaraan, baik yang menuju Bandung maupun yang menuju Garut.
Pemberlakuan sistem buka tutup jalur, yang dilakukan di beberapa titik rawan kemacetan, seperti di daerah Limbangan, Lewo, Kadungora, dan Warung Peuteuy, menjadi langkah penting dalam mengatur arus kendaraan. Dalam sehari penuh, setidaknya ada delapan kali pemberlakuan sistem buka tutup jalur, sebagai upaya untuk memperlancar lalu lintas. Selain itu, pihak kepolisian juga terus memberikan imbauan kepada pengendara untuk mematuhi semua rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas yang berjaga di lapangan. Mereka juga mengingatkan pengendara agar selalu beristirahat jika merasa lelah, untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Sementara itu, di sektor tol, Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) melaporkan adanya peningkatan volume lalu lintas yang signifikan, terutama di ruas tol wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Pada hari kedua pasca-idul fitri , peningkatan kendaraan yang melintas menuju berbagai tujuan, seperti Puncak dan Rancaekek, juga sangat terasa. Di Gerbang Tol Cileunyi, misalnya, tercatat sebanyak 46.142 kendaraan melintas, angka ini meningkat sebesar 58,2 persen dibandingkan dengan volume lalu lintas normal.
Kondisi yang terjadi di jalur selatan, khususnya di wilayah Garut, menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang tidak hanya pulang kampung, tetapi juga memanfaatkan libur Lebaran untuk berwisata dan bersilaturahmi. Kepolisian terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas, meskipun diperkirakan kemacetan arus balik ini akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini