Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Sains

Bukti Baru Peradaban Zaman Batu Ditemukan di Gua Dekat Calon Ibu Kota Baru

Tim peneliti arkeologi menemukan bukti peradaban dari Zaman Batu di situs Gua Pangeran di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

31 Mei 2021 | 14.15 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Lukisan prasejarah yang diberi nama "Pohon Kehidupan" ini diperkirakan umurnya sekitar 10.000 tahun dan terletak di sebuah gua di Kalimantan. Wikipedia.org

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Balikpapan - Tim peneliti Arkeologi Nasional (Arkenas) menemukan bukti peradaban dari Zaman Batu di situs Gua Pangeran di kawasan karst di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Lokasinya tak jauh dari wilayah yang akan menjadi ibu kota negara yang baru 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Kami temukan berbagai peralatan dari batu, tulang, dan kerang,” kata Ketua Tim Arkenas Profesor Harry Truman Simanjuntak di Balikpapan, Minggu 30 Mei 2021.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Peralatan tersebut antara lain tulang yang dibentuk seperti spatula. Penemuan sejumlah benda itu setelah ekskavasi di gua yang berada di kawasan ujung barat laut Teluk Balikpapan tersebut.

Dari peralatan yang ditemukan dan lokasinya yaitu di gua karst, peradaban diperkirakan berasal dari Zaman Batu atau masa praaksara kira-kira 10 ribu tahun yang lalu. Pada masa itu manusia masih mengumpulkan makanan dari alam dan masih tinggal di gua-gua.

Menurut Harry, temuan di Gua Pangeran tergolong sangat lengkap. Peralatan ada yang dari batu, ada yang dari tulang. "Alat-alat itu tampak dibuat rapi," katanya.

Selain itu tim juga menemukan tulang manusia, yaitu tulang lengan. Ada juga ditemukan sisa-sisa pembakaran atau semacam perapian, yang diduga untuk berdiang ataupun memasak makanan. Batu untuk dijadikan peralatan kemungkinan didapat dari sungai yang kemudian dibawa ke gua.

Sejauh ini, temuan serupa juga didapat di gua-gua di kawasan karst Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan. Pada dinding karst di Sangkulirang, Kabupaten Berau, juga terkenal lukisan gua berupa cap-cap tangan merah.

Harry mengatakan kalau bersama timnya masih terus melakukan ekskavasi sambil mengumpulkan data-data lainnya. Ia berharap menemukan lebih banyak lagi artefak sehingga dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai peradaban Zaman Batu di kawasan itu.

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
>
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus