Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Sains

Ingin Pertahankan BRIN Pasuruan, Astronom Temui BRIDA Jatim

BRIDA Jatim menjanjikan fungsi riset BRIN Pasuruan tetap beroperasi.

23 Februari 2023 | 16.23 WIB

Teropong sunspot sketch untuk observasi matahari yang dimiliki oleh Laboratorium BRIN Pasuruan, Pasuruan, Jawa Timur [istimewa]
Perbesar
Teropong sunspot sketch untuk observasi matahari yang dimiliki oleh Laboratorium BRIN Pasuruan, Pasuruan, Jawa Timur [istimewa]

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Forum Komunikasi Astronom Amatir Lintas Jawa Timur (FOKALIS Jatim) kembali bergerilya untuk mengusahakan agar BRIN Pasuruan kembali dibuka. Penutupan BRIN Pasuruan yang dahulu dikenal sebagai LAPAN Pasuruan belum diterima dengan lapang dada mengingat fungsinya yang masih dirasakan, minimal bagi warga setempat, seperti FOKALIS Jatim.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Kami telah melakukan audiensi kembali, kali ini dengan BRIDA Jatim sebagai kepanjangan tangan Gubernur,” ujar Ketua FOKALIS, Muchammad Toyib, lewat pesan singkat, Rabu, 22 Februari 2023.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Ia mengatakan ada sembilan orang, termasuk dirinya, menghadap Kepala BRIDA, Andriyanto. Turut hadir pada acara tersebut Sekretaris Brida, dan dua peneliti senior BRIDA di kantor BRIDA Jatim.

“Wacana akuisisi oleh Pemprov semakin santer, sebab urgensinya dirasa layak untuk terus dipertahankan,” jelasnya. Pihak BRIDA, menurutnya, menjanjikan memperjuangkan agar fungsi riset yang ada di Balai tetap dapat beroperasi.

Usaha Pertama

Sebelumnya, FOKALIS menghadap Ketua DPRD Pasuruan, H.M. Sudiono Fauz di kantornya. “Harapannya supaya BRIN tidak ditutup, jelas jadi prioritas,” ujar Toyib,16 Februari lalu. 

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama Pemda Jawa Timur bisa mengakuisisi pengelolaan BRIN Pasuruan tersebut. Tujuan utamanya supaya proses edukasi yang selama ini sudah terbangun dengan baik bisa tetap berjalan.

Ketua DPRD Sudiono saat itu menyatakan turut prihatin dengan penutupan BRIN Pasuruan oleh BRIN Pusat. Ia juga menyinggung Presiden Jokowi yang memiliki perhatian terhadap lembaga riset.

“Kita tahu semua, Pak Jokowi punya komitmen untuk membuat lembaga riset dan pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia ini untuk lebih didukung. Nah ini kok malah ditutup,” ujarnya. Keberadaan BRIN Pasuruan disebut salah satu icon dan kebanggaan Kabupaten Pasuruan. 

Selain itu, ia menyatakan akan bersurat kepada lembaga yang berkepentingan, seperti BRIN Pusat dan juga Komisi VII DPR RI, dan meminta agar Balai tersebut tidak ditutup. “Karena yang kita tahu, ini salah satu atau mungkin satu-satunya lembaga pengamatan khususnya matahari yang spesifik matahari. Itu satu-satunya di ASEAN. Di tempat lain, di kita tidak ada. Sekaligus juga mensuplai data ke lembaga-lembaga antariksa internasional seperti NASA dan lain-lain,” jelasnya.

Ia juga membuka opsi lain, namun perlu kajian yang mendalam bersama pemerintah daerah. “Misalnya diakuisisi atau kita minta kepada BRIN Pusat untuk menjadi aset daerah yang bisa kita kelola misalnya untuk science park,” kata Sudiono berandai-andai.

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus