Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Satu keluarga nelayan di Desa Air Glubi, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, terkenal sebagai spesialis pemburu duyung atau dugong.
Munsa dan kedua anak laki-lakinya berhenti memburu dugong pada 2018 setelah membuat perjanjian dengan pemerintah setempat serta Program Konservasi Dugong dan Lamun.
Munsa dan keluarganya kini menjadi nelayan biasa, tapi penghasilannya jauh berkurang dibanding dulu ketika menjadi pemburu duyung.
LELAKI tua itu melambaikan tangannya sambil mengarahkan pompong untuk mendarat di depan rumahnya di Dusun I, (Pulau) Desa Air Glubi, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Munsa, nama lelaki tua itu, baru saja mencari umpan untuk melaut pada malam. Ia mengajak Tempo masuk ke rumah beton yang berdiri persis di pinggir laut. Munsa membuka sweater dan mengganti celana panjangnya dengan kain sarung kotak-kotak berwarna merah, lalu duduk bersila di ruang tamu.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Liputan ini mendapat dukungan dari International Women’s Media Foundation melalui program Round Earth Media. Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Lelaki Tua dan Tombak Duyung"