Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Film

Harry Potter HBO: Mengenal Karakter Albus Dumbledore yang Diperankan John Lithgow

John Lithgow telah menyetujui tawaran untuk memerankan karakter Albus Dumbledore untuk serial terbaru Harry Potter

28 Februari 2025 | 04.14 WIB

Emma Watson (kiri), Rupert Grint, dan Daniel Radcliffe. AP/Warner Bros. Pictures, Jaap Buitendijk
Perbesar
Emma Watson (kiri), Rupert Grint, dan Daniel Radcliffe. AP/Warner Bros. Pictures, Jaap Buitendijk

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

SERIAL Harry Potter yang akan tayang di HBO mendekati tahap akhir penentuan pemeran setelah aktor John Lithgow menyetujui tawaran untuk memerankan karakter Albus Dumbledore.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dikutip dari USA Today, dua pekan setelah muncul kabar bahwa John Lithgow akan berperan sebagai Albus Dumbledore, aktor pemenang Emmy itu memberikan tanggapan. "Saya benar-benar terkejut," kata Lithgow. "Saya mendapat telepon saat berada di Sundance Film Festival untuk proyek film lain. Keputusan ini tidak mudah, karena jujur saja, peran ini mungkin akan menjadi bagian besar dari bab terakhir dalam hidup saya."  

Tentang Karakter Albus Dumbledore

Tokoh Albus Dumbledore bukan nama yang asing bagi penggemar Harry Potter. Ia tokoh kunci dalam keseluruhan cerita Harry Potter, dikutip dari Variety. Dumbledore muncul dalam semua buku dan film Harry Potter, dari Harry Potter and the Sorcerer’s Stone hingga Harry Potter and the Half-Blood Prince. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dikutip situs web ensiklopedia Harry Potter, tokoh dengan nama lengkap Albus Percival Wulfric Brian Dumbledore ini merupakan putra sulung dari Kendra dan Percival serta kakak dari Aberforth dan Ariana. Ia ldikenal sebagai Kepala Sekolah Hogwarts sekaligus pendiri Orde Phoenix, organisasi yang berkomitmen untuk mengalahkan Lord Voldemort. Dumbledore juga sosok yang sangat berharga bagi Harry Potter selain menjadi mentor.

Dumbledore dikenal sebagai salah satu penyihir paling berbakat dan jenius di dunia sihir. Ia satu-satunya penyihir yang pernah ditakuti oleh Voldemort. Ia memiliki pencapaian luar biasa yang tiada habisnya—termasuk penemuannya mengenai 12 kegunaan darah naga, terobosan penting dalam dunia sihir.

Setelah lulus dari Hogwarts, Dumbledore berencana bepergian keliling dunia bersama sahabatnya, Elphias Doge. Namun, rencana itu batal karena ibunya meninggal, sehingga ia harus merawat adiknya, Aberforth dan Ariana. Ariana mengalami trauma sejak kecil akibat serangan anak-anak Muggle. Hal itu membuat dia sulit mengendalikan sihir dan membutuhkan perhatian penuh dari keluarganya.  

Meskipun menyayangi adik-adiknya, Dumbledore merasa terbebani dengan tanggung jawab itu. Ia bertemu Gellert Grindelwald, penyihir berbakat dengan ambisi besar.

Sejak saat itu, Dumbledore mulai mengabaikan adiknya, terutama Ariana. Aberforth yang menentang pemikiran mereka, akhirnya menghadapi Dumbledore dan Grindelwald. Pertengkaran mereka berubah menjadi duel yang tanpa sengaja menyebabkan kematian Ariana. Tragedi ini menghancurkan Dumbledore. Adapun Grindelwald melarikan diri untuk menghindari konsekuensi.

Rasa bersalahnya atas kematian Ariana terus mempengaruhi banyak keputusan yang ia ambil di masa depan. Bertahun-tahun kemudian, ia akhirnya menghadapi Grindelwald dalam duel legendaris. Dumbledore memilih untuk menjadi guru dan akhirnya menjabat sebagai Kepala Sekolah Hogwarts.

Ia dihormati sebagai salah satu kepala sekolah terbaik yang pernah dimiliki Hogwarts. Ia membimbing banyak penyihir hebat, mulai dari Tom Riddle yang kemudian menjadi Lord Voldemort hingga Harry Potter. Ia terus mengembangkan ilmunya, termasuk eksplorasi sihir kuno yang membawanya menemukan 12 kegunaan darah naga. Penemuan ini menjadi salah satu kontribusi yang paling terkenal dan memperkuat reputasinya sebagai penyihir mumpuni.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus