Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Pentas tari kolaborasi penari Jepang dan Mangkunegaran, Surakarta.
Penari Jepang berasal dari beberapa sanggar tari.
Pentas digelar untuk merayakan peringatan hubungan Indonesia-Jepang.
KEEMPAT penari itu melangkah perlahan dari pintu kiri pendapa Prangwedanan Pura Mangkunegaran, lalu ke bagian tengah. Gerakan mereka gemulai dengan diiringi suara gending "Montro" dan "Ladrang Asmaradana". Gerakan yang gemulai mereka perlihatkan di pendapa di depan pintu berkosen dan bercat hijau tua. Dua foto "si empunya rumah" dipasang di bagian kanan dan kiri pintu di antara jendela. Di bawah lampu gantung klasik yang mewah, para penari seperti menyambut para tamu yang hadir pada Selasa malam, 29 Agustus lalu.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Septhia Ryanthie dari Surakarta berkontribusi dalam penulisan artikel ini. Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Bedhaya Bedhah Madiun Bersama Tiga Penari Jepang"