KENANGAN tak benar-benar bisa dibagi, begitu kata orang. Apalagi kalau kenangan itu tentang cinta. Tapi karena kenangan juga bisa bernilai komersial, orang tak segan mengeratnya, apalagi demi kepentingan amal, misalnya. Alasan mulia ini pula yang mendorong Guruh Sukarno Putra rela melepas Keluarga Bung Karno di Taman Istana Yogyakarta, lukisan cat minyak yang dibuat pada 1995. ''Lukisan ini paling saya sayangi karena merupakan ekspresi kerinduan saya," kata lajang berusia 47 tahun ini. Tidak tanggung-tanggung, sepotong kenangan ini Guruh pantek pada harga Rp 1,05 miliar. Luar biasa. ''Harganya mahal karena untuk amal, bukan karena tak berniat menjual," ujar Guruh. Mungkin karena tuah amal, pada malam pembukaan pameran dua pekan lalu yang diresmikan sang mbakyu, Megawati, lukisan itu langsung ditaksir tiga orang. Satu orang akhirnya menjadi pembeli yang beruntung. Guruh tak mau menyebut siapa nama pembeli ini. Namun, menurut seorang panitia, pembelinya adalah seorang yang dekat secara pribadi dengan sang pelukis.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini