Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
THOMAS Andrews menyaksikan gejolak reformasi di Indonesia pada 1998. Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Hak Asasi Manusia di Myanmar itu sedang berada di Jakarta ketika mahasiswa berdemonstrasi di jalanan. Ia melihat ibu-ibu, nenek-nenek, dan sopir taksi membawakan mereka air minum. “Saya pikir anak-anak muda ini akan menang. Mereka punya dasar dukungan kuat,” katanya di Kantor PBB di Jakarta pada Selasa, 20 Juni lalu.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo