Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
BPOM memberangkatkan tim inspeksi ke Cina untuk mengecek pabrik tiga produsen vaksin Covid-19.
Pemerintah Indonesia telah mengamankan komitmen vaksin Covid-19 dengan empat industri farmasi dari Cina dan Inggris, yaitu Sinovac, Sinopharm, CanSino, dan AstraZeneca.
BPOM juga memantau penggunaan obat-obat untuk penyembuhan pasien Covid-19, antara lain favipiravir, remdesivir, dan hidroksiklorokuin.
KEPALA Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito urung berangkat ke Beijing, Cina, pada Kamis, 15 Oktober lalu. Ia sedianya memimpin tim teknis untuk menginspeksi pabrik vaksin Covid-19 milik Sinovac Biotech Ltd, China National Pharmaceutical Group (Sinopharm), dan CanSino Biologics Inc. Dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, otoritas Cina mewajibkan setiap orang asing yang masuk ke wilayahnya menjalani karantina mandiri selama dua pekan. “Enggak mungkin, kan, saya dua minggu di sana menunggu, he-he-he…,” kata Penny dalam wawancara khusus dengan Tempo di ruang Operational Center BPOM, Kamis, 15 Oktober lalu.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo