Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Setiap 27 hari kulit akan mengalami regenerasi untuk menggantikan sel-sel kulit mati dengan yang lebih muda dan bersih. Proses regenerasi kulit akan berlangsung secara alami dengan pembersihan yang sehat, diet seimbang, dan minum banyak air.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Namun, ketika kulit membutuhkan perhatian ekstra, misalnya saat mengalami trauma, seperti luka bakar, luka terbuka, atau saat mengalami kerusakan akibat sinar matahari, proses regenerasi juga jadi lebih sulit. Butuh vitamin tambahan untuk memfasilitasi proses peremajaan ini.
Berikut tiga vitamin penting yang dibutuhkan untuk regenerasi kulit menurut laman Livestrong.
Vitamin C
Vitamin C merupakan antioksidan dalam pembuatan kolagen, protein yang membantu kulit memperbarui dirinya sendiri. Nutrisi ini melindungi dari kerusakan sinar ultraviolet dari matahari dan mengurangi kerutan yang disebabkan oleh proses penuaan.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Selain itu, kekurangan vitamin C dapat menyebabkan penyembuhan luka jadi lebih lama atau kulit kering dan bersisik. Seorang wanita setidaknya harus mendapatkan vitamin C sebanyak 75 miligram sehari, sedangkan pria membutuhkan minimal 90 miligram. Sumber vitamin C yang baik dalam makanan antara lain buah jeruk, kiwi, stroberi, mangga, brokoli, tomat, ubi jalar, dan labu.
Vitamin E
Vitamin E dikenal sebagai nutrisi kulit yang paling baik. Tersimpan di lapisan epidermis kulit, antioksidan ini berperan dalam melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV. Paparan sinar UV dapat menurunkan jumlah vitamin E di kulit, menurut Linus Pauling Institute. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam "The Journal of Investigative Dermatology" pada 2005 menemukan bahwa suplementasi dengan vitamin C dan vitamin E selama tiga bulan melindungi dari jenis kerusakan DNA yang disebabkan oleh sengatan matahari.
Orang dewasa membutuhkan setidaknya 15 miligram vitamin E setiap hari, yang ditemukan dalam makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, minyak sayur, dan sayuran hijau.
Baca juga: Pentingnya Regenerasi Kulit, Kapan Waktu Terbaik?
Vitamin A
Suplemen vitamin A dapat meningkatkan penyembuhan luka dan pembentukan jaringan parut yang sehat. Suplemen ini juga telah digunakan untuk berbagai masalah kulit, termasuk jerawat, luka bakar dan kerusakan akibat sinar UV. Namun, National Institutes of Health mencatat bahwa bukti ilmiah untuk penggunaannya dalam kondisi ini masih kurang.
Wanita membutuhkan minimal 700 mikrogram vitamin A per hari, sedangkan pria membutuhkan 900 mikrogram. Sumber vitamin A hewani termasuk telur, daging, produk susu, hati, dan minyak ikan. Buah-buahan dan sayuran berwarna oranye dan kuning cerah serta sayuran berdaun hijau tua adalah sumber tanaman terbaik.
Vitamin B
Rosalyn Tarrant, seorang ahli gizi klinis senior yang menulis di situs web Irish Nurses and Midwives, vitamin B kompleks berperan penting dalam membantu penyembuhan pressure ulcers atau luka akibat tekanan dan gesekan. Menurut dia, jenis vitamin B seperti tiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), asam pantotenat (vitamin B5), dan piridoksin (vitamin B6) berkhasiat untuk penyembuhan luka pasien rumah sakit yang berisiko tinggi mengalami luka kulit.
Setiap hari, orang dewasa membutuhkan setidaknya 1,1 hingga 1,3 miligram tiamin, 1,1 hingga 1,3 miligram riboflavin, 5 miligram asam pantotenat, dan 1,3 miligram piridoksin. Berbagai makanan nabati dan hewani mengandung vitamin B, jadi diet seimbang sudah bisa memenuhi kebutuhan harian.
Selain untuk regenerasi kulit, vitamin B juga berfungsi dalam metabolisme dan memproduksi sel darah merah.