Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Sekitar 40 akademikus mengkaji dokumen andal bendungan Bener dan penambangan di Wadas.
Metode di dokumen andal tidak valid dan tak layak dijadikan dasar pengambilan keputusan.
Warga Wadas merasa ditipu karena sebagian besar tak mendukung penambangan.
SEKITAR 40 akademikus meriung di kantor Pusat Kajian Anti Korupsi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) di Yogyakarta pada Kamis, 17 Februari lalu. Berasal dari berbagai kampus, mereka membedah analisis dampak lingkungan atau andal proyek pembangunan Bendungan Bener dan penambangan batu di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo