Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Barang Tertinggal di Taksi Blue Bird, Begini Cara Melaporkannya

Sepanjang tahun 2019, tercatat sebanyak 15.884 barang yang tertinggal di kendaraan Blue Bird Group telah berhasil dikembalikan

21 Februari 2020 | 15.16 WIB

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Noni Purnomo (kanan) dan Director of Airport Services & Facility PT Angkasa Pura II (kedua kanan) menyapa penumpang taksi listrik usai peresmian di Terminal 3 Bandara Soekarno, Hatta, Tangerang, Banten, Rabu, 29 Mei 2019. Rencananya, Bluebird dapat mengoperasikan sebanyak 200 mobil listrik hingga 2020 mendatang. ANTARA/Muhammad Iqbal
material-symbols:fullscreenPerbesar
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Noni Purnomo (kanan) dan Director of Airport Services & Facility PT Angkasa Pura II (kedua kanan) menyapa penumpang taksi listrik usai peresmian di Terminal 3 Bandara Soekarno, Hatta, Tangerang, Banten, Rabu, 29 Mei 2019. Rencananya, Bluebird dapat mengoperasikan sebanyak 200 mobil listrik hingga 2020 mendatang. ANTARA/Muhammad Iqbal

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta - Blue Bird Group berkomitmen mengedepankan integritas yang dimiliki oleh setiap pengemudinya, termasuk dalam hal pengembalian barang yang tertinggal di kendaraan Blue Bird Group.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Bagi para penumpang yang merasa memiliki barang tertinggal di armada Blue Bird Group dapat langsung melaporkan detail perjalanan termasuk nomor armada yang ditumpangi ke nomor customer service Bluebird yaitu (021) 79171234 untuk area Jabodetabek atau sesuai dengan kota masing-masing.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

“Namun bagi para penumpang yang tidak mengingat nomor armada yang ditumpangi, maka dapat memberikan informasi mengenai “jam dan titik naik” untuk kemudian kami lakukan tracking ke armada Bluebird yang melakukan perjalanan dimaksud. Hal ini dapat dilakukan karena semua unit armada Blue Bird Group dilengkapi dengan perangkat pelacakan posisi (GPS),” ujar Amelia Nasution, Direktur Marketing PT Blue Bird Tbk dalam keterangan tertulis Jumat 21 Februari 2020.

Amelia juga menambahkan bahwa Bluebird akan terus memberikan sosialisasi kepada pengemudi untuk mengingatkan penumpang agar melakukan pengecekan terakhir sebelum meninggalkan kendaraan guna memastikan tidak ada barang yang tertinggal.

Sepanjang tahun 2019, tercatat sebanyak 15.884 barang yang tertinggal di kendaraan Bluebird Group telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya.

“Total sebanyak 15.884 barang berharga yang terdiri dari berbagai macam jenis barang mulai dari laptop, dompet, smartphone dan dokumen penting lainnya seperti paspor, tentu bukan merupakan jumlah yang sedikit. Oleh karena itu Bluebird sangat mengapresiasi integritas dan dedikasi yang selalu dijaga oleh seluruh pengemudi Blue Bird Group," kata Amelia.

Salah satu cerita mengenai barang ketinggalan yang belum lama ini terjadi disampaikan oleh Amelia terkait dengan solidaritas yang diberikan oleh pengemudi Blue Bird bernama Bapak Kasirin, dimana Kasirin membantu seorang penumpang yang kebingungan karena handphonenya tertinggal di salah satu taksi Blue Bird. Dengan inisiatif dan ketulusan hati, Kasirin menghubungi Customer Service Blue Bird dan turut membantu hingga handphone tersebut kembali ke tangan pemilik.

“Kejadian tersebut merupakan contoh nyata bagaimana satu hal kecil yang yang dilakukan karena adanya rasa solidaritas mampu berdampak besar bagi orang lain, seperti apa yang dilakukan oleh Bapak Kasirin,” ujar Amelia.

 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus