Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Bina Marga DKI Jakarta menyatakan bakal membangun 11 jembatan penyeberangan orang kekinian tahun ini. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp 110 miliar untuk membangun seluruh jembatan tersebut.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Pembangunan diperkirakan mulai Maret dan ditargetkan selesai November," kata Kepala Bina Marga DKI Hari Nugroho di Balai Kota DKI, Jumat, 17 Januari 2020.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ia menuturkan jembatan yang bakal dibangun pemerintah tersebar di lima wilayah, di antaranya Jalan Soepomo, Warung Buncit, Hasafi'iyah, Grogol dan lainnya. Jembatan yang akan dibangun tahun ini semuanya menggunakan atap.
"Kalau yang tidak pakai atap hanya di Jalan Sudirman-Thamrin. Karena view-nya bagus," ujarnya. "Anggaran pembangunan jembatan tahun ini seluruhnya menggunakan APBD."
Ia menuturkan beberapa lokasi pembangunan jembatan memerlukan pembebasan lahan. Pemerintah, kata dia, bakal membebaskan lahan yang bakal dibangun jembatan tersebut. "Ada dua ruko yang kena pembebasan," ujarnya.
Tahun lalu, kata dia, pemerintah telah membangun jembatan Pasar Minggu dan Daan Mogot. Kedua jembatan tersebut telah dibangun dengan mengambil unsur kearifan lokal.
Seluruh jembatan yang dibangun pemerintah bakal dilengkapi lift dan kamera pengintai (CCTV). "Pokoknya kekinian," ujarnya. Adapun dua JPO yang dibangun tahun lalu juga sudah soft launching pada 31 Desember 2019.
Namun, kata dia, dua jembatan yang dibangun tahun lalu belum rampung 100 persen. Jembatan di Pasar Minggu misalnya. Jembatan di wilayah Jakarta Selatan itu lift yang berada di dekat stasiunnya belum aktif, karena menunggu persetujuan PT KAI.
"Negosiasinya baru berhasil. Nantinya buat masuk ke area stasiun," ujarnya. Ia mengatakan kemungkinan pada Maret sudah operasional jika yang di sisi barat stasiun sudah selesai pembangunannya.
Sedangkan, untuk jembatan Daan Mogot, Jakarta Barat, masih melakukan negosiasi lahan yang akan dibebaskan di dekat sana. "Mudah-mudahan Maret juga sudah operasional. Tapi secara pengguna, dua JPO itu sudah bisa digunakan."