Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Kapal tradisional pinisi dengan tiang dan layar serta bertenaga angin nyaris punah.
Pinisi untuk wisata dengan panjang 25 meter dijual seharga Rp 2,5 miliar.
Kapal tradisional buatan para ahli kapal di Bulukumba kini bergeser menjadi kapal wisata.
BIBIR Pantai Tanah Beru, Kelurahan Tanah Lemo, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, riuh oleh bebunyian alat pertukangan. Puluhan tukang tengah menggarap tiga kapal dengan panjang 19 meter, 30 meter, dan 40 meter. Yang terpendek adalah kapal penangkap ikan pesanan nelayan setempat. Dua lainnya kapal wisata pesanan seseorang dari Jakarta. Kapal terpanjang hampir rampung dibuat dan tinggal dipasangi tiang. “Yang kapal ikan ini harganya Rp 300 juta,” ujar Syarifuddin alias Daeng Pudding, 64 tahun. Ia ahli perahu atau panrita lopi di wilayah setempat.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Dian Yuliastuti berkontribusi pada penulisan artikel ini. Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Pinisi, Tradisi yang Mulai Punah"