Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
KEDUNGOMBO, 19 tahun silam. Usai meresmikan penggunaan waduk di Jawa Tengah itu, seperti biasanya, Presiden Soeharto menggelar temu wicara. Puluhan warga desa duduk ketakzim-takziman, mendengarkan petuah Soeharto. Setelah menjelaskan panjang-lebar ihwal pentingnya waduk itu, Soeharto melemparkan kecamannya kepada penduduk yang tak mau pindah dari lokasi waduk. Ia menyebut mereka mbeguguk ngutho waton (berkepala batu), seraya mengimbau jangan sampai menjadi kelompok mbalelo.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo