Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Cegah Krisis Pangan, Pemkot Bogor Lancarkan Gerakan Tanam Serempak

Penyusutan luas lahan sawah menjadi salah satu faktor penyebab krisis pangan utama.

11 Desember 2022 | 17.00 WIB

Ilustrasi Orang-orangan sawah. AFP PHOTO/ADEK BERRY
Perbesar
Ilustrasi Orang-orangan sawah. AFP PHOTO/ADEK BERRY

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Bogor - Menghadapi potensi krisis pangan, Pemerintah Kota Bogor melancarkan program Gerakan Tanam Serempak. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi DKPP Kota Bogor Soni Gumilar mengatakan, program ini bertujuan untuk mengatasi luas lahan sawah yang semakin menyempit sebagai gerakan ketahanan pangan keluarga.

Soni mengatakan, luasan lahan sawah yang menyempit menjadi satu di antara sejumlah faktor penyebab krisis pangan utama.

"Di Kota Bogor, krisis yang dihadapi adalah luas lahan persawahan yang berkurang,” kata Soni di Bogor, Sabtu, 10 Desember 2022, seperti dikutip dari Antara.

Lewat Gerakan Tanam Serempak, Pemkot Bogor mengajak masyarakat mempercepat produksi padi meski sisa lahan yang ada tidak luas. Gerakan ini adalah kegiatan yang didorong Kementerian Pertanian untuk mendukung percepatan tanam padi sawah.

Gerakan ini sudah dilakukan di Kabupaten Serdang Bedagai di Sumatera Utara dan Kabupaten Sleman di Daerah Istimewa Yogyakarta.


Pada 2009, kata Soni, luas lahan persawahan di Kota Bogor masih 1.100 hektare. Namun pada 2014 menyusut menjadi 787 hektare. Luas sawah makin menyusut pada 2017, tersisa 300 hektare.

Padahal kebutuhan beras di Kota Bogor, yang memiliki penduduk 1.060.000 jiwa ini, sangat tinggi, yaitu 110.000 ton. Dengan menyusutnya lahan sawah, Kota Bogor hanya mampu memproduksi 4.500 ton. Kekurangan pasokan diambil dari Cianjur, Indramayu dan daerah penghasil beras lain.

Soni mengatakan semua pihak punya peran menjaga ketahanan pangan, minimal dengan menjaga ketahanan pangan keluarga. "Rencananya dalam waktu dekat akan dilaksanakan Gerakan Tanam Serempak untuk menghadapi dan mengatasi krisis pangan," ujarnya. 

Baca juga: Antisipasi Krisis Pangan dan Resesi, PT Food Station Tjipinang Jaya Perkuat Cadangan Pangan

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini



Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus