Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Dugaan Sabotase Rumah Pompa Dukuh Atas, Pernah Terjadi pada 2020

Untuk mencegah upaya sabotase rumah pompa Dukuh Atas, Suku Dinas Bina Marga akan memasang CCTV di fasilitas pencegah banjir itu.

22 Januari 2021 | 08.15 WIB

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama jajarannya meninjau Rumah Pompa Jati Pinggir 1, Jakarta Pusat, 25 Februari 2020. Tempo/Imam Hamdi
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama jajarannya meninjau Rumah Pompa Jati Pinggir 1, Jakarta Pusat, 25 Februari 2020. Tempo/Imam Hamdi

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta - Dugaan sabotase rumah pompa Dukuh Atas ternyata bukan pertama kali terjadi. Kepala Seksi Jalan Jembatan & Kelengkapan Jalan Suku Dinas Bina Marga Jakarta Pusat Yudha Catur Suharnanto mengatakan pada 2020, ada orang bersenjata tajam yang berusaha memasuki rumah pompa tersebut. 

"Kejadian pertama dulu, ada orang tidak dikenal sekitar jam tiga atau empat pagi ada berada di areal rumah pompa. Saat itu ketika ditangkap oleh petugas jaga, dia dalam pengaruh alkohol dan ada senjata tajam," kata Yudha dihubungi di Jakarta, Kamis, 21 Januari 2021.

Pada saat ini, Dinas Bina Marga Jakarta Pusat memastikan rumah pompa Dukuh Atas telah beroperasi normal. Kabel kWh meter dari PLN yang sempat terputus beberapa hari lalu telah diperbaiki.


"Kabel aliran listrik di kWh meter memang sempat rusak, tetapi tak tak berdampak karena suplai ke pompa masih aman. Jadi, masih bisa beroperasi normal," kata Yudha.

Yudha menceritakan kejadian kabel putus dan kWh meter atau meteran listrik milik rumah pompa tersebut tergeletak di tanah baru diketahui pada 14 Januari 2021. Pada saat itu, petugas PLN melakukan pengecekan ke rumah pompa.

"Tanggal itu petugas PLN datang ke rumah pompa, dia ngecek data meteran listrik pada pompa itu karena tidak jalan atau tidak terlacak di PLN. Nah pas dicek ternyata kabelnya terputus dan meterannya jatuh di bawah," ujarnya.

Yudha menduga, kabel kWh meter itu putus karena ditarik paksa oleh seseorang. Oleh karena itu, Dinas Bina Marga mengusulkan agar kWh meter PLN rumah pompa Dukuh Atas dipindah ke dalam bangunan agar lebih aman.

Baca juga: Polisi Cek Dugaan Sabotase di Rumah Pompa Dukuh Atas

Suku Dinas Bina Marga Jakarta Pusat belum melaporkan dugaan sabotase itu kepada kepolisian. Pemasangan kamera CCTV dianggap cukup untuk mencegah perusakan kembali terjadi. 
"Kita berharap kejadian seperti ini tak terulang agar operasional pompa tak terganggu sebab curah hujan tinggi dan dikhawatirkan berdampak jadi banjir," katanya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus