Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Berita Tempo Plus

Hari-hari Akhir M.H Thamrin, Anak Betawi Macan Volksraad

Hari-hari M.H. Thamrin sebelum ia meninggal. Menjadi tahanan rumah karena diduga merongrong pemerintah Belanda. 

18 Agustus 2024 | 00.00 WIB

Barisan pengiring jenazah memberi penghormatan saat pemakaman Mohammad Hoesni Thamrin, pada 1941/KITLV
Perbesar
Barisan pengiring jenazah memberi penghormatan saat pemakaman Mohammad Hoesni Thamrin, pada 1941/KITLV

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ringkasan Berita

  • Karena aktivitas politik dan suara vokalnya di Volksraad, M.H. Thamrin dikucilkan Belanda.

  • Belanda mengerahkan pasukan polisi untuk menjaga rumah serta melarang semua orang keluar dari rumah dan menerima kunjungan.

  • Sambungan telepon rumah Thamrin saat itu diputus oleh pemerintah Hindia Belanda.

KAMIS sore, 8 Agustus 2024, jalan masuk Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat, di samping flyover Karet tak terlalu ramai. Dua-tiga petugas keamanan duduk di dekat pintu gerbang. Beberapa peziarah, warga, dan sejumlah pedagang melewati jalan itu.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya

Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Hari-hari Akhir Macan Volksraad"

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus